Sedikitnya lima pesawat militer Amerika Serikat (AS), yang ada di kompleks pangkalan udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, terkena serangan Iran hingga mengalami kerusakan. Militer Washington menegaskan kelima pesawat itu tidak dalam kondisi hancur.
Rusaknya lima pesawat militer AS itu, seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters, Sabtu (14/3/2026), dilaporkan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), yang mengutip dua pejabat AS yang tidak disebut namanya. Pentagon sejauh ini belum memberikan tanggapan langsung atas laporan WSJ.
Disebutkan WSJ dalam laporannya bahwa lima pesawat militer yang rusak itu merupakan jenis pesawat pengisian bahan bakar di udara milik Angkatan Udara AS.
Kelima pesawat pengisian bahan bakar itu, sebut WSJ, terkena serangan dan mengalami kerusakan saat berada di darat, tepatnya di pangkalan udara Pangeran Sultan, yang ada di area al-Kharj, Saudi. Pangkalan udara tersebut menjadi lokasi puluhan jet tempur AS biasanya ditempatkan.
Menurut dua sumber pejabat AS yang dikutip WSJ, kelima pesawat militer AS itu terkena serangan rudal Iran yang menargetkan pangkalan militer Saudi dalam beberapa hari terakhir.
Kelima pesawat militer AS tersebut, sebut laporan WSJ, mengalami kerusakan tetapi tidak sepenuhnya hancur dan kini sedang diperbaiki.
Disebutkan juga bahwa tidak ada korban jiwa akibat serangan tersebut.
(nvc/imk)





