WASHINGTON, KOMPAS.TV - Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan meluncurkan operasi pengeboman di Pulau Kharg, Iran, Jumat (13/3/2026). Presiden AS Donald Trump menyatakan militernya menargetkan fasilitas militer di pulau tersebut.
Pulau Kharg sendiri dikenal sebagi hub ekspor minyak Iran. Sekitar 90 persen ekspor minyak Iran dikirim dari pulau ini.
Dalam unggahan di media sosial, Donald Trump mengeklaim pasukan AS telah "menghancurkan sepenuhnya" instalasi militer di Pulau Kharg. Namun, Trump tidak melampirkan bukti dari klaimnya tersebut.
"Ini salah satu operasi pengeboman terbesar dalam sejarah Timur Tengah," kata Trump dikutip Al Jazeera.
Baca Juga: Trump Yakin Putin Sedikit Bantu Iran, Sebut Pembalasan karena AS Tolong Ukraina
Presiden AS menyatakan saat ini dirinya belum memutuskan untuk menyerang infrastruktur minyak Iran di Pulau Kharg. Namun, ia mengancam akan menyerang infrastruktur minyak Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.
Kantor berita Iran, Fars, melaporkan terdapat lebih dari 15 ledakan di Pulau Kharg selama operasi AS. Pengeboman dilaporkan menyerang sistem pertahanan udara, markas Angkatan Laut, hingga apangan terbang.
Asap tebal dilaporkan mengepul dari Pulau Kharg setelah pengeboman. Namun, tidak ada kerusakan yang dilaporkan pada infrastruktur minyak.
Pemerintah Iran kemudian balik mengancam Trump bahwa pihaknya akan menyerang fasilitas-fasilitas industri minyak di Teluk Arab.
Baca Juga: Luhut Soal Perang AS-Israel dengan Iran: Iran Bangsa Arya, Tidak Mudah Ditaklukkan
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- perang iran
- operasi pengeboman as
- pulau kharg
- pusat ekspor minyak iran
- iran




