jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya memperluas pemasangan kamera pengawas atau CCTV di berbagai titik sebagai upaya memperkuat langkah pengamanan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026.
Selain itu, juga untuk mengantisipasi potensi peningkatan tindak kriminalitas yang kerap terjadi menjelang Lebaran.
BACA JUGA: Penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak Naik 17,4 Persen Jelang Lebaran
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya M Fikser menyebut keberadaan CCTV tidak hanya membantu proses pengungkapan kasus secara cepat ketika terjadi peristiwa, tetapi juga menjadi upaya pencegahan karena dapat mengurangi niat pelaku kejahatan.
“CCTV ini selain membantu mengungkap kasus dengan cepat, juga bisa menjadi pencegah karena pelaku akan berpikir ulang ketika mengetahui ada pengawasan kamera,” ujar Fikser, Sabtu (14/3).
BACA JUGA: Puncak Arus Mudik Lebaran Diprediksi 18 Maret, Bandara Juanda Siapkan 136 Extra Flight
Kemudian, hal yang tak kalah penting adalah pengamanan lingkungan yang diperkuat melalui penerapan sistem satu pintu atau one gate system di kawasan permukiman.
Program ini dilakukan melalui pembangunan portal lingkungan yang dikoordinasikan bersama pengurus RT dan RW setempat.
BACA JUGA: Prediksi Pemudik Kereta Api di Daop 8 Surabaya Naik 7 Persen pada Lebaran 2026
“Pembangunan portal di sejumlah wilayah telah dilakukan sejak tahun lalu melalui koordinasi dengan perangkat wilayah. Langkah tersebut bertujuan untuk membatasi akses keluar-masuk kawasan permukiman sehingga pengawasan lingkungan menjadi lebih optimal,” katanya.
Tak hanya itu, Pemkot Surabaya juga mendorong kembali aktivitas sistem keamanan lingkungan (siskamling), terutama menjelang masa mudik Lebaran ketika banyak rumah ditinggalkan pemiliknya.
“Ketika musim mudik, banyak kampung yang menjadi lebih sepi. Karena itu kami berharap warga yang masih berada di lingkungan tersebut bisa bersama-sama menjaga keamanan melalui siskamling,” jelasnya.
Meski demikian, Fikser mengatakan pengamanan tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak.
Menurutnya, diperlukan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat agar situasi kota tetap kondusif.
“Keamanan ini tidak bisa serta-merta menjadi tugas satu pihak saja. Ada peran kepolisian, TNI, dan pemerintah kota. Namun yang paling penting adalah partisipasi masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan,” tandasnya. (mcr23/jpnn)
Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ardini Pramitha




