Jakarta, ERANASIONAL.COM – Komunitas Wartawan Jakarta Selatan (WJS) menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim dan piatu menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sosial para jurnalis terhadap anak-anak yang membutuhkan.
Santunan tersebut berlangsung di Ruang Nusantara, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026), dan mendapat apresiasi dari Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar.
Menurut Anwar, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa para jurnalis tidak hanya berperan dalam menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar.
“Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memberikan perhatian serta kepedulian kepada anak-anak yatim,” ujar Anwar.
Ia juga berharap kepedulian terhadap anak-anak yatim tidak berhenti pada kegiatan seremonial saja. Dukungan terhadap kebutuhan pendidikan serta kebutuhan sehari-hari mereka perlu terus diperhatikan agar mereka tetap percaya diri dalam menjalani kehidupan.
“Dengan kepedulian bersama, anak-anak ini tidak akan merasa sendiri. Mereka tetap merasakan perhatian dari pemerintah dan juga dari masyarakat,” katanya.
Anwar menambahkan, kolaborasi antara Pemerintah Kota Jakarta Selatan dengan WJS selama ini sudah berjalan dengan baik. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus ditingkatkan, tidak hanya dalam bidang jurnalistik tetapi juga dalam kegiatan sosial yang memberi dampak positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua WJS Roebin Tarigan mengatakan kegiatan santunan ini merupakan wujud rasa syukur para anggota WJS sekaligus bentuk kepedulian kepada anak-anak yang kurang beruntung.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan agar anak-anak ini bisa tersenyum dan merasakan perhatian dari kita semua,” ujar Roebin.
Roebin juga berharap kegiatan sosial serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang, tidak hanya pada momentum Ramadhan. Ia menilai sinergi antara WJS dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan perlu terus diperkuat agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.





