Eskalasi di Lebanon, Kemlu utamakan keselamatan Kontingen RI di UNIFIL

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia memastikan bahwa keselamatan personel RI yang tergabung dalam Kontingen Garuda di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) terus menjadi prioritas di tengah eskalasi serangan Zionis Israel terhadap Lebanon.

“Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat perkembangan situasi serta dampaknya terhadap Kontingen Garuda yang bertugas di UNIFIL,” menurut keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dipantau di Jakarta, Sabtu.

Kemlu RI menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia senantiasa “memastikan bahwa keselamatan dan keamanan personel pasukan pemelihara perdamaian menjadi prioritas dalam situasi saat ini”.

Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi atas integritas, profesionalisme dan dedikasi yang terus dipertahankan Kontingen Garuda dalam menjalankan mandatnya bersama UNIFIL demi menjaga stabilitas dan perdamaian di Lebanon selatan, meski dengan ancaman keamanan yang semakin menjadi seperti saat ini.

Indonesia turut mengharapkan agar seluruh anggota Kontingen Garuda di UNIFIL terus diberikan keselamatan dalam menjalankan tugasnya, demikian Kemlu RI.

Lebih lanjut, Indonesia mengungkapkan keprihatinan bahwa eskalasi ketegangan tak hanya terjadi di sepanjang garis demarkasi “Blue Line” di Lebanon selatan, tetapi juga hingga di Beirut, ibu kota Lebanon.

Indonesia menegaskan bahwa berdasarkan hukum internasional, semua pihak bertanggung jawab menjamin keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB di manapun berada, khususnya di Lebanon.

Dengan demikian, pemerintah Indonesia mengecam keras peningkatan serangan Israel terhadap Lebanon yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, demikian Kemlu RI.

Menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, kelompok Syiah Lebanon Hizbullah melancarkan serangan ke sejumlah titik militer Zionis pada 2 Maret, yang langsung dibalas militer Zionis pada hari yang sama.

Ketegangan yang terjadi di perbatasan Israel-Lebanon tersebut dilaporkan menyebabkan jatuhnya korban dari kalangan personel UNIFIL dari berbagai negara yang terkena serangan Israel.

Pada 7 Maret 2026, misalnya, sejumlah personel militer Ghana di UNIFIL terluka saat Israel menyerang posisi mereka di Lebanon selatan. Kejadian serupa terjadi lagi pada 14 Maret, di mana markas batalion Nepal dilaporkan terkena tembakan artileri Zionis Israel.

Kemlu RI mengungkapkan keprihatinan Indonesia atas serangan terhadap pos UNIFIL tersebut yang menyebabkan sejumlah personel perdamaian mengalami cedera.

Baca juga: Indonesia kutuk eskalasi serangan Zionis Israel ke Lebanon

Baca juga: KRI Sultan Iskandar Muda tuntaskan misi MTF UNIFIL di Lebanon

Baca juga: Kemlu RI: 79 WNI sudah dievakuasi dari Lebanon




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Turun Rp 24.000, Jadi Rp 2.997.000 per Gram
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
PSSI Jawab Protes Pelatih Persib yang Sesalkan Teja Paku Alam Tak Dipanggil Timnas Indonesia
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
YLBHI Tantang Polri Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus: Buktikan Reserse Punya Kemampuan
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
KKP Segel Pemanfaatan Ruang Laut PT PIM Seluas 30,17 Hektare di Gresik
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Rindu Keluarga, Pemudik Ini Rela Lewat Surabaya demi Pulang ke Medan
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.