Milan, VIVA – Inter Milan memilih untuk melakukan aksi mogok bicara kepada media (press silence) sebagai bentuk protes keras terhadap kepemimpinan wasit Gianluca Manganiello dalam laga imbang 1-1 melawan Atalanta, Sabtu malam WIB 14 Maret 2026.
Ketegangan di Giuseppe Meazza memuncak bukan hanya karena kegagalan Inter meraih poin penuh, tetapi juga karena serangkaian keputusan wasit dan VAR yang dianggap merugikan Nerazzurri.
Kronologi Kontroversi
Inter sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol Francesco Pio Esposito. Namun, situasi memanas di babak kedua ketika Nikola Krstovic mencetak gol penyeimbang bagi Atalanta pada menit ke-81. Kubu Inter meyakini bahwa gol tersebut tidak sah karena sebelumnya terjadi pelanggaran dari Kamaldeen Sulemana terhadap Denzel Dumfries.
Protes keras atas insiden tersebut berujung pada pengusiran pelatih Inter, Cristian Chivu, yang menerima dua kartu kuning dalam waktu singkat karena protesnya dianggap berlebihan.
Tak berhenti di situ, Inter juga merasa dirugikan setelah permintaan penalti mereka di menit-menit akhir diabaikan. Insiden tersebut melibatkan kontak antara Giorgio Scalvini dengan Davide Frattesi di dalam kotak penalti, namun wasit maupun VAR tidak menganggapnya sebagai pelanggaran.
Aksi Tutup Mulut
Dilansir Football Italia, sebagai respons atas kinerja wasit dan kegagalan VAR mengintervensi keputusan tersebut, tidak ada satu pun perwakilan Inter—baik pelatih maupun pemain—yang hadir di ruang konferensi pers maupun sesi wawancara dengan pemegang hak siar.
Aksi "Silent Protest" ini mencerminkan rasa frustrasi yang mendalam dari manajemen klub, apalagi ini merupakan kekecewaan kedua berturut-turut setelah pekan lalu Inter juga merasa dirugikan oleh beberapa keputusan wasit dalam laga Derby della Madonnina melawan AC Milan.
Ancaman di Klasemen Hasil imbang ini membuat jarak Inter dengan AC Milan di posisi kedua kini hanya terpaut 8 poin (68 berbanding 60). Jika Milan berhasil mengalahkan Lazio pada hari Senin, selisih poin di puncak klasemen Serie A akan menyusut menjadi 5 poin saja, yang membuat persaingan Scudetto kembali terbuka lebar.
Susunan Pemain:
Inter Milan (3-5-2): Sommer; Bisseck, Akanji, Carlos Augusto; Dumfries, Barella, Zielinski, Susic, Dimarco; Francesco Pio Esposito.





