Kenapa Cuaca Jakarta Hari Ini Terasa Sangat Panas? BMKG Ungkap Penyebabnya

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Cuaca panas di Jakarta hari ini yang juga dirasakan dalam beberapa hari terakhir dikeluhkan sejumlah warga.

Suhu udara yang terasa panas menyengat membuat sebagian orang memilih membatasi aktivitas di luar ruangan dan mencari tempat yang lebih sejuk.

Salah satu warga, Tari (32), mengaku lebih banyak berdiam diri di rumah hingga sore hari karena cuaca panas yang terasa sejak siang.

Saat akhirnya keluar rumah di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Tari memilih menggunakan taksi online meski tarifnya lebih mahal dibandingkan ojek online.

“Aku bela-belain naik taksol yang lebih mahal, soalnya panas banget dari tadi siang,” ungkap Tari saat ditemui di sekitar kawasan Blok M, Sabtu (14/3/2026).

Baca juga: Jakarta Terasa Lebih Panas Hari Ini, BMKG: Musim Kemarau Datang Lebih Awal

Menurut Tari, cuaca panas juga membuatnya lebih cepat merasa haus saat berada di rumah. Ia bahkan sempat terpikir membeli es krim, namun mengurungkan niatnya karena sedang menjalankan ibadah puasa.

“Terus rasanya malas gitu loh, mau ngapa-ngapain karena panas. Jadinya aku nunggu agak sore dulu baru keluar, walaupun masih ada panasnya,” ujar dia.

Meski begitu, Tari mengaku tetap dilema dengan kondisi cuaca. Ia tidak menyukai panas yang berlebihan, tetapi juga tidak berharap hujan turun deras hingga menyebabkan banjir.

Keluhan serupa disampaikan Ayuni (31). Ia mengaku lebih memilih cuaca panas dibandingkan hujan karena masih bisa berlindung di tempat yang lebih sejuk.

“Tapi mending ini sih. Aku emang orangnya gampang keringatan, jadi suka enggak nyaman kalau panas begini. Jadi dari tadi aku banyak diam di ruangan ber-AC, di dalam mal,” kata Ayuni.

Baca juga: Cerita Porter Stasiun di Mudik Lebaran, Bisa Kantongi Rp 500.000 Sehari

Ayuni juga mengatakan panas terik sudah terasa sejak sehari sebelumnya. Bahkan hingga malam hari, suhu udara masih terasa cukup tinggi.

“Ini sekarang sampe sudah malam begini juga masih panas. Kayak, anginnya tuh enggak ada,” ujarnya.

Sementara itu, warga lain bernama Ester (36) merasakan dampak panas dari cepatnya pakaian yang dijemur menjadi kering.

Ia mengaku hanya membutuhkan waktu beberapa jam untuk menjemur pakaian, meski lokasi jemuran tidak terkena sinar matahari secara langsung.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Pas balik beli makan, cek jemuran kok udah kering, kayaknya karena emang panas banget. Soalnya biasanya enggak sepanas ini,” ungkap Ester.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fadia Arafiq Bantah Kena OTT: Saat Itu Tak Ada Transaksi
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Rindu Keluarga, Pemudik Ini Rela Lewat Surabaya demi Pulang ke Medan
• 22 jam laludetik.com
thumb
Kapolda Banten Cek Pelabuhan Ciwandan, Pastikan Belum Ada Kepadatan Pemudik
• 22 jam laludetik.com
thumb
Arus Kendaraan Menuju Cirebon di Tol Cipali Meningkat 16,8 Persen
• 18 menit lalutvrinews.com
thumb
Iran Ancam Balasan Keras Jika AS Berupaya Membunuh Pemimpin Tertinggi Baru Mojtaba Khamenei
• 18 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.