Urai Kepadatan, Pemudik Diimbau Manfaatkan WFA dan Atur Perjalanan

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta masyarakat memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) untuk mengatur jadwal perjalanan mudik, sehingga distribusi waktu perjalanan lebih merata dan potensi kemacetan selama periode Lebaran dapat dikurangi.

"Pemerintah mengimbau masyarakat untuk dapat mengatur waktu perjalanan dengan memanfaatkan kebijakan work from anywhere, dengan begitu distribusi waktu mudik bisa merata dan mengurangi potensi kemacetan," kata Dudy dalam keterangan di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 15 Maret 2026.

Adapun pemerintah menerapkan kebijakan WFA bertepatan dengan masa libur Lebaran yang berlangsung sekitar dua pekan, yakni pada 14-29 Maret 2026. Periode tersebut mencakup libur Hari Raya Idulfitri, libur Nyepi, serta cuti bersama.
  Baca juga: 6 Tips Mudik dengan Transportasi Umum agar Perjalanan Tetap Aman   Kebijakan WFA diyakini mampu mengurai kepadatan arus mudik
Dudy menekankan, pentingnya mengurai kepadatan arus mudik dengan memanfaatkan kebijakan WFA saat meninjau kondisi arus transportasi dan sejumlah titik mudik di Jawa Barat pada masa Angkutan Lebaran 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Menhub didampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi guna memastikan kesiapan layanan transportasi serta kelancaran pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran.

"Peninjauan ini kami lakukan untuk memantau secara langsung situasi lalu lintas di salah satu jalur utama mudik pada masa awal arus mudik," ujar Menhub.

Titik pertama pemantauan adalah Cirebon. Dalam kesempatan tersebut, Menhub menyampaikan bahwa pergerakan kendaraan pada periode awal arus mudik mulai menunjukkan peningkatan.

Dia menyebutkan, berdasarkan laporan Jasa Marga, hingga saat ini volume kendaraan tercatat meningkat sekitar 14 persen dibandingkan kondisi hari normal.

"Sejauh ini memang sudah ada peningkatan, tetapi belum terlalu tinggi. Berdasarkan laporan dari Jasa Marga, hingga hari ini terjadi peningkatan sekitar 14 persen," jelas Menhub.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 18 Maret 2026.


(Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M)
  Waspadai potensi hambatan lalu lintas 
Selain itu, pemerintah juga mewaspadai potensi hambatan lalu lintas yang berasal dari aktivitas masyarakat di sekitar jalur mudik.

Menhub juga mengimbau agar kegiatan yang berpotensi membahayakan keselamatan, seperti aktivitas warga yang mencari koin dari pengguna jalan di jalur Pantura kawasan Kalisewo, Indramayu, dapat dihentikan sementara.

Dia berharap kegiatan tersebut dapat dihentikan sementara mengingat pada saat arus mudik nanti jumlah kendaraan akan sangat banyak sehingga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

"Yang paling penting, kami juga mengkhawatirkan keselamatan saudara-saudara kita yang berada di kawasan Kalisewo tersebut," tutur Menhub.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Disnakertrans Sumbar Terima 11 Pengaduan THR, Pekerja Media Juga Didorong Melapor
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Wakil Ketua Komisi XII Ajak Masyarakat Berani Viralkan Penyelewengan Solar
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Mengenal Permainan Tradisional Khas Korea Bersama Grup K-Pop ILLIT
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Siap-Siap Cum Dividen BNI (BBNI) Pekan Depan Selasa (17/3)
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Pekatan Batik Lestarikan Batik Tulis dan Tenun Badui lewat Pemberdayaan BRI
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.