SKK Migas Targetkan Jual-beli LNG Masela Deal Habis Lebaran

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — SKK Migas menargetkan kesepakatan sudah bisa diteken usai lebaran untuk penjualan liquefied natural gas (LNG) dari proyek Blok Masela.

Terbaru, saat ini proses negosiasi jual-beli sudah mengerucut ke lima perusahaan yang menjadi calon pembeli potensial di pasar internasional.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan proses penjajakan pembeli LNG Masela diikuti oleh puluhan perusahaan global. Dari puluhan perusahaan itu akhirnya menyisakan lima kandidat. Selanjutnya, kelima perusahaan itu kini tengah membahas ketentuan utama kontrak dengan konsorsium pengembang proyek.

“Negosiasi lanjutan penjualan LNG Masela ke international buyer dari 66 calon buyer mengerucut menjadi 40, kemudian sembilan buyer, dan terakhir tinggal lima buyer yang membahas key terms dengan tim teknis,” ujar Djoko kepada Bisnis dikutip Minggu (16/3/2026).

Adapun lima calon pembeli LNG tersebut yakni Osaka Gas, Kyushu Electric Power, Shell Trading, bp Trading, dan Chevron Trading.

Baca Juga : Purbaya Desak Harga Gas Blok Masela Tak Lebih dari US$9 per MMBtu

Negosiasi terbaru dilakukan di Singapura dan Tokyo dengan melibatkan konsorsium pengembang proyek yang terdiri dari Inpex Corporation, PT Pertamina (Persero), dan Petronas.

"Pada kesempatan negosiasi kali ini, mereka sangat mengapresiasi sebab untuk pertama kalinya SKK Migas pimpin langsung negosiasi," imbuh Djoko.

Menurut Djoko, baik pihak penjual maupun calon pembeli telah menyampaikan proposal final terkait harga LNG. Perbedaan penawaran harga kini semakin tipis, yakni hanya sekitar 0,2% dari harga minyak acuan Brent crude oil.

Dia menambahkan, konsorsium penjual berupaya menawarkan harga di atas asumsi harga yang tercantum dalam rencana pengembangan atau plan of development (POD) proyek tersebut.

Dalam POD proyek Abadi Masela, sekitar 60% produksi LNG direncanakan untuk pasar ekspor, sementara 40% dialokasikan bagi kebutuhan domestik. Apabila kesepakatan dengan pembeli internasional tidak tercapai, Djoko menyebut LNG tersebut berpotensi dialihkan untuk pasar dalam negeri melalui PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

“Apabila pihak international buyer tidak dapat menerima tawaran harga dari pihak penjual maka seluruh LNG bisa diserap untuk kepentingan domestik melalui PGN demi ketahanan energi nasional,” katanya.

SKK Migas menargetkan kesepakatan harga dengan calon pembeli dapat diputuskan paling lambat April 2026. Setelah itu, penandatanganan head of agreement (HoA) atau gas sales agreement (GSA) yang bersifat mengikat ditargetkan berlangsung pada ajang IPA Convention and Exhibition 2026.

Djoko menuturkan, jika kesepakatan penjualan telah tercapai, tahap berikutnya adalah negosiasi pembiayaan proyek dengan lembaga keuangan guna mendukung realisasi investasi proyek LNG tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Asnawi Mangkualam Akhir Tahun 2026 Lamar Artis Sinetron Asal Bandung, Kesempatan Emas Persib Merekrutnya
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Kemenkes Buka Layanan Vaksinasi Campak di Posko Mudik
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
KPK: Kepala Daerah Tidak Wajib Beri THR kepada Pihak Eksternal
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Saham Empat Bank Besar Jadi Sasaran Jual Asing saat IHSG Turun 5,9 Persen
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Pemerasan untuk THR
• 19 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.