Bisnis.com, JAKARTA — Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyiapkan uang tunai hingga puluhan triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama libur Idulfitri 1447 H/2026 M.
Melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, pemerintah menetapkan 21—24 Maret 2026 sebagai hari libur nasional dan cuti bersama Idulfitri 1447 H/2026 M.
Mengacu pada keputusan tersebut, perbankan mempersiapkan uang tunai hingga puluhan triliun untuk mengantisipasi lonjakan penarikan tunai dan aktivitas transaksi menjelang puncak arus mudik Lebaran. Perbankan juga memaksimalkan layanan digital agar masyarakat dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman selama momentum tersebut.
Berikut kesiapan uang tunai di sejumlah perbankan Tanah Air jelang Idulfitri 1447 H/2026 M: Bank MandiriPT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp44 triliun untuk mengisi mesin ATM dan CRM selama periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026. Nilai tersebut meningkat 5% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp41,9 triliun.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan peningkatan alokasi uang tunai itu sejalan dengan proyeksi kenaikan kebutuhan transaksi masyarakat selama bulan Ramadan hingga puncak arus mudik dan Idulfitri 1447 H/2026 M.
“Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Adhika dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
Selain itu, bank berlogo pita emas tersebut juga memastikan kelancaran transaksi non-tunai selama periode Lebaran. Bank Mandiri menyiapkan likuiditas sebesar Rp18 triliun pada Rekening Settlement Dana (RSD) BI-Fast untuk mengantisipasi lonjakan transaksi pada 18–25 Maret 2026, atau sekitar Rp2,5 triliun per hari.
BRIPT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menyiapkan uang tunai sekitar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur Idulfitri 1447 H/2026M. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan Lebaran tahun lalu lantaran perseroan tengah berupaya mengurangi jumlah penggunaan uang tunai. Pada saat yang sama, BRI mendorong peningkatan literasi digital para nasabahnya.
Direktur Operations BRI Hakim Putratama menyampaikan persediaan kas yang mencapai Rp25 triliun itu bersumber dari Saldo Ratas BRI sebesar Rp19,7 triliun dan tambahan kebutuhan kas selama libur layanan Idulfitri selama tujuh hari yang sebesar Rp5,3 triliun.
“Persediaan kas kita siapkan Rp25 triliun,” kata Hakim dalam agenda Iftar Sahabat Pers BRI di Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).
Perseroan juga memperkuat layanan digital bank dengan menyiagakan 19.657 ATM dan CRM, 284.670 EDC, 1,2 juta lebih BRILink Agen, hingga 4,6 juta lebih titik QRIS. Hakim juga memastikan bahwa perseroan akan menjaga capacity dan reliability mesin dan sistem minimal 99%, menyediakan tambahan teknisi dan stok sparepart, hingga daily monitoring dan complaint handling selama periode libur Lebaran 2026.
BNIPT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mengalokasikan uang tunai senilai Rp23,97 triliun guna mengantisipasi lonjakan penarikan tunai serta aktivitas transaksi menjelang puncak arus mudik Lebaran yang berlangsung pada 11–24 Maret 2026.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan, penyediaan likuiditas tersebut telah disesuaikan dengan proyeksi peningkatan kebutuhan masyarakat selama periode tersebut.
“BNI memastikan kesiapan likuiditas dan jaringan layanan agar masyarakat dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman selama periode Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Dari total dana yang disiapkan, sebesar Rp16,64 triliun dialokasikan untuk pengisian ATM dan CRM. Sisanya atau Rp7,33 triliun lainnya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan transaksi di outlet kantor cabang. Perseroan juga menghadirkan layanan yang optimal melalui sinergi jaringan fisik dan digital agar kebutuhan perbankan nasabah selama periode mudik dan Idul Fitri tetap terpenuhi dengan baik.
BTNUntuk memastikan kecukupan kebutuhan dana bagi masyarakat dan nasabah selama periode hari raya Idulfitri 2026, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menyiapkan uang tunai sebesar Rp23,18 triliun. Dana tunai tersebut disiapkan terhitung sejak 13—25 Maret 2026 seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.
Melansir laman resminya, Minggu (15/3/2026), BTN mengalokasikan sekitar Rp14,55 triliun atau 63% dari total dana tunai yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan kas di seluruh outlet BTN yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Kemudian, sekitar Rp8,63 triliun atau 37% dari total dana tersebut dialokasikan untuk pengisian mesin ATM dan CRM BTN di berbagai wilayah.
Selain itu, BTN juga meningkatkan ketersediaan likuiditas di kantor cabang jauh di atas kondisi normal untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai selama periode Lebaran.
“Kami berupaya memastikan ketersediaan uang tunai bagi nasabah selama periode Ramadan dan Idul Fitri. BTN telah menyiapkan likuiditas yang memadai agar kebutuhan transaksi masyarakat tetap dapat dilayani dengan optimal,” kata Corporate Secretary BTN Ramon Armando, dikutip pada Minggu (15/3/2026).
Perseroan juga memastikan seluruh infrastruktur layanan perbankan baik jaringan kantor cabang, ATM, maupun kanal digital tetap beroperasi optimal. Dengan demikian, nasabah tetap dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
BSIPT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) menyiapkan uang tunai sekitar Rp45 triliun untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai masyarakat jelang libur Idulfitri 1447 H/2026 M.
Manajemen BSI menyampaikan, dana sebesar Rp45 triliun itu didistribusikan melalui lebih dari 6.000 ATM/CRM serta 1.049 outlet kantor cabang di seluruh Indonesia.
“BSI juga menyiapkan kecukupan likuiditas sekitar Rp45 triliun guna mengantisipasi kebutuhan uang tunai masyarakat,” jelas manajemen, dikutip pada Kamis (5/3/2026).
Adapun, perseroan juga memperkuat seluruh layanan e-channel, khususnya superapps BYOND by BSI, sebagai salah satu kanal utama transaksi masyarakat. BSI mengintegrasikan layanan digital dengan jaringan fisik dan lebih dari 126.000 BSI Agen di seluruh Indonesia yang melayani transaksi setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran, hingga pembelian berbagai kebutuhan harian.





