Pemerintahan Trump BakalCuan LuberRp169 T dari Kesepakatan TikTok AS

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Model miniatur cetak 3D yang menggambarkan Presiden AS Donald Trump di depan logo TikTok ditunjukkan dalam ilustrasi ini yang diambil pada tanggal 24 September 2025. (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dilaporkan akan menerima sekitar US$ 10 miliar atau sekitar Rp169 triliun (Asumsi kurs Rp 16.919/US$) dari kesepakatan pengambilalihan bisnis TikTok di AS.

Melansir The Wall Street Journal, pembayaran tersebut merupakan bagian dari perjanjian di mana sejumlah investor yang dekat dengan pemerintahan Trump mengambil alih operasi TikTok di Amerika Serikat dari perusahaan induknya asal China, ByteDance.


Baca: Raffi Ahmad Dkk Terancam Miskin, Tandanya Sudah Muncul di Amerika

Transaksi ini juga mencakup investasi tambahan untuk membentuk entitas baru yang akan mengelola TikTok di AS.

Beberapa investor yang terlibat dalam kesepakatan tersebut antara lain perusahaan cloud-computing Oracle, firma private equity Silver Lake, serta investor asal Abu Dhabi MGX.

Para investor tersebut bersama sejumlah pendukung lainnya telah membayar sekitar US$ 2,5 miliar kepada Departemen Keuangan AS saat kesepakatan ditutup pada Januari lalu. Pembayaran tambahan akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai US$10 miliar menurut sumber The Wall Street Journal.

Saat mengumumkan kerangka kesepakatan TikTok pada bulan September, Trump mengatakan, "Ini belum sepenuhnya dinegosiasikan, tetapi kita akan mendapatkan sesuatu," ujar Trump dikutip Minggu (15/3/2026).

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa besarnya kesepakatan serta uang dan upaya yang dikeluarkan pemerintah membenarkan kompensasi. Sebelumnya ia mengatakan, "Amerika Serikat mendapatkan biaya yang sangat besar. Saya menyebutnya biaya plus,hanya untuk membuat kesepakatan ini dan saya tidak ingin membuang itu begitu saja," ujarnya.

Pembayaran sebesar US$10 miliar tersebut hampir belum pernah terjadi sebelumnya bagi pemerintah yang membantu mengatur transaksi, menurut para sejarawan.

Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya mengatakan bahwa entitas TikTok baru yang menjalankan operasi AS bernilai sekitar US$14 miliar dalam kesepakatan tersebut, yang menurut beberapa analis teknologi sangat meremehkan nilai perusahaan.

Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, entitas AS harus berbagi keuntungan dengan ByteDance, yang melisensikan algoritma populernya kepada usaha baru tersebut sehingga dapat sepenuhnya dilatih pada warga Amerika dan masih memiliki hampir 20% saham.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Warga RI Doyan Belanja Online di Ramadan,Fintech Jamin Keamanan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Karyawan Travel Umrah di Makassar Curi Uang Dollar-Riyal Senilai Rp150 Juta dari Brankas demi Judol!
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Tyranno Jadi Andalan Indomobil eMotor, Sumbang 40 Persen Penjualan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Andrie Yunus dan Rentetan Teror Aktivis Setahun Terakhir yang Tak Pernah Terungkap
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Penyegelan SPBU di Jember karena Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi, BPH Migas Pastikan Pasokan BBM untuk Warga Tetap Aman
• 6 jam lalupantau.com
thumb
ETLE Drone Patrol Presisi Pantau Tol Cikampek di H2 Operasi Ketupat, Lalin Ramai Lancar
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.