Kasus Campak Didominasi Usia 9 Bulan ke Atas, Vaksinasi Tak Perlu Dimajukan

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk memajukan jadwal pemberian vaksin campak pada bayi, meskipun Indonesia sedang menghadapi kejadian luar biasa (KLB) serta adanya peningkatan kasus di sejumlah negara.

Menurut Piprim, keputusan jadwal vaksinasi didasarkan pada berbagai penelitian mengenai kekebalan yang diterima bayi dari ibunya. Kekebalan alami tersebut diketahui masih bertahan hingga bayi berusia sekitar sembilan bulan.

“Jadi memang kekebalan yang dibawa dari ibu ya, itu berdasarkan penelitian masih ada sampai anak itu kira-kira sembilan bulan ya,” ucap dr. Piprim di Rumah Vaksinasi Pusat, Jakarta Timur, Kamis (12/3).

Belum Rencanakan Memajukan Jadwal Vaksin

Ia menambahkan, wacana untuk memajukan vaksin campak menjadi usia enam bulan sebenarnya pernah dipertimbangkan. Namun, berdasarkan data yang ada, kasus campak pada bayi di bawah usia sembilan bulan jumlahnya tidak sebanyak kasus pada anak yang lebih besar.

Oleh karena itu, jika vaksin diberikan lebih awal, dikhawatirkan justru menjadi tindakan yang tidak terlalu diperlukan.

“Jadi prioritasnya belum ke situ. Nanti kalau kita vaksinnya dipakai ke anak umur 6 bulan, padahal kasusnya nggak terlalu banyak justru akan melakukan sesuatu yang tidak perlu,” tegasnya.

Sehingga, fokus utama pencegahan saat ini justru diarahkan pada kelompok usia yang paling banyak terdampak. IDAI menekankan pentingnya memastikan anak-anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal, terutama pada usia 9 bulan hingga 15 tahun, karena pada rentang usia tersebut kasus campak paling banyak ditemukan.

Dengan demikian, strategi yang saat ini diprioritaskan adalah meningkatkan cakupan imunisasi pada kelompok usia tersebut agar penyebaran campak dapat ditekan.

“Kita fokus di 9 bulan ke atas sampai 15 tahun karena disitulah yang memang paling banyak terkena campak sampai saat ini,” tutup dr. Piprim.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gol Gyokeres dan Dowman ke Gawang Everton Bawa Arsenal Kokoh di Puncak Klasemen
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Persija Tanpa Pilar Utama saat Lawan Dewa United
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Ingatkan Pejabat Jangan Open House Mewah saat Idulfitri: Beri Contoh Rakyat
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Bansos Bulan Maret untuk 208.517 Penerima Manfaat Sudah Cair
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bupati Cilacap Syamsul Ancam Kadis-kadis Tak Setor Duit Bakal Dirotasi
• 19 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.