Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya angkat suara terkait peristiwa penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.

Sigit menegaskan bahwa dirinya telah menerima instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut tuntas kasus tersebut yang terjadi pada Kamis (12/3/2026) silam.

"Terkait dengan perkembangan dari penyerangan aktivis [Andrie Yunus], saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan," tegas Sigit saat ditemui awak media di Stasiun Surabaya Gubeng, Minggu (15/3/2026) pagi.

Lebih lanjut, Sigit menyatakan bahwa jajarannya akan melakukan usaha untuk mengusut tuntas sosok-sosok pelaku, motif, serta dalang di balik kasus teror tersebut dengan mengedepankan prinsip-prinsip scientific crime investigation.

"Tentunya langkah-langkah yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan Scientific Crime Investigation (SCI). Saat ini, kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu," tegas Sigit.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK) saat dirinya tengah melintas di kawasan Salemba, Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.

Baca Juga

  • Kecam Penyiraman Air Keras, Stafsus Gibran: Andrie Yunus Berhak Dapat Keadilan
  • Gibran Prihatin soal Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivitis Kontras
  • PBB Soroti Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras, Desak Pelaku Diadili

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengungkap peristiwa naas itu terjadi usai Andrie menghadiri acara siniar atau podcast bertajuk "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), pada sekitar pukul 23.00 WIB.

"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujar Dimas dalam keterangan resminya, Jumat (13/3/2026).

Dimas turut mengungkap ciri-ciri dari terduga pelaku yang berperan dalam penyiraman air keras terhadap Andrie itu. Pelaku pertama disebutkannya mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.

Sementara itu, pelaku kedua yakni penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai 'buf' berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek yang diduga berbahan jeans.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respon Cepat Petugas Posyan Pekalongan Amankan Barang Berharga Pemudik
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Luhut Blak-blakan Depan Prabowo: Iran Bangsa Arya Tak Mudah Ditaklukkan
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Pesan Gibran untuk Pemudik: Hati-Hati di Jalan
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Bikin Video Ngabuburit Pakai Galaxy S26 Ultra: Visual Tajam di Setiap Kondisi
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Chelsea tumbang di tangan Newcastle United di Stamford Bridge
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.