Uni Emirat Arab (UEA) menghentikan operasi pemuatan minyak di Pelabuhan Fujairah menyusul serangan drone yang mengakibatkan kebakaran pada Sabtu (14/3) waktu setempat.
Dikutip dari Bloomberg, Minggu (15/3), Fujairah adalah pusat perdagangan minyak utama di sana. Saat ini Fujairah merupakan ujung dari jaringan pipa bypass yang memungkinkan UEA mengekspor minyak tanpa melalui Selat Hormuz.
Meski kebakaran sudah dipadamkan, data pelacakan kapal tanker menunjukkan tidak ada kapal tanker di titik pemuatan minyak di pelabuhan tersebut pada Sabtu malam. Ekspor minyak mentah dan bahan bakar dari Fujairah yang terletak di luar Teluk Persia sebelumnya memang dihentikan. Hal itu dilakukan sebagai langkah pencegahan sementara.
Menurut keterangan yang ada, sebuah drone berhasil dicegat di wilayah tersebut pada Sabtu pagi, namun puing-puing yang jatuh akibat pencegatan itu memicu kebakaran.
Tidak ada laporan korban luka serius, namun satu warga Yordania dilaporkan mengalami luka ringan.
Serangan drone ke Fujairah terjadi tidak lama setelah Amerika Serikat (AS) menyerang target militer di Pulau Kharg, sebuah fasilitas ekspor utama milik Iran. Serangan tersebut dipandang memicu respons dari Iran bahwa mereka akan membalas dengan menyerang infrastruktur energi di kawasan.
Sampai saat ini, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) masih menolak memberikan komentar terkait insiden ini. Sementara itu, otoritas pelabuhan Fujairah juga belum menanggapi permintaan komentar.
ADNOC mengoperasikan fasilitas ekspor di Fujairah yang mencakup terminal penyimpanan dan titik pemuatan. Dengan adanya konflik, perusahaan tersebut juga diketahui telah memangkas volume pasokan yang akan disalurkan pada Maret lewat fasilitas tersebut kepada mitra ekuitas di ladang Murban.
Saat ini, terminal penyimpanan di pelabuhan Fujairah memiliki kapasitas lebih dari 70 juta barel yang terdiri dari berbagai bahan bakar seperti bensin, diesel, dan bahan bakar kapal.
Saat ini, harga minyak global telah melonjak di atas USD 100 per barel sejak konflik di dimulai. Hal ini membuat jalur pipa bypass di Fujairah dan jalur pipa yang lebih besar di Arab Saudi menjadi salah satu cara agar pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah tetap dapat mencapai pasar global.




