Iran Izinkan Kapal Lewat Selat Hormuz Asal Transaksinya Pakai Yuan China

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Iran dilaporkan mempertimbangkan membuka sebagian akses pelayaran di Selat Hormuz bagi kapal tanker minyak dengan syarat transaksi minyak dilakukan menggunakan mata uang yuan China. Rencana tersebut muncul di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memicu gangguan pada jalur perdagangan energi global.

Mengutip South China Morning Post, sejumlah pengamat di China menanggapi rencana tersebut dengan hati-hati dan menilai kebijakan itu berisiko menimbulkan tantangan teknis, keamanan, hingga memperburuk hubungan China dengan AS. Meskipun para pengamat juga mengakui keputusan itu dapat mendorong penggunaan yuan dalam perdagangan energi.

Iran sebelumnya membantah menutup sepenuhnya Selat Hormuz, tetapi membatasi kapal yang terkait dengan AS atau Israel untuk melintas. Drone dan militer Iran juga disebut menargetkan kapal tanker di selat tersebut dan Teluk Persia sebagai bentuk balasan sekaligus alat tekanan ekonomi. Pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei, berjanji akan mempertahankan blokade tersebut.

Ekonom dari University of International Business and Economics di Beijing, Gong Jiong, menilai rencana itu sulit diterapkan secara teknis. Menurutnya akan sangat rumit memastikan transaksi perdagangan minyak benar-benar diselesaikan menggunakan yuan.

Dia juga mengingatkan adanya risiko keamanan. Menurut Gong, kapal tanker yang sudah memenuhi syarat pembayaran dengan yuan tetap berpotensi menghadapi gangguan atau serangan dari pasukan Amerika Serikat maupun Israel.

“Dari sisi teknis dan kelembagaan, pengaturan seperti ini sangat sulit diterapkan, terutama untuk memastikan bahwa transaksi benar-benar diselesaikan menggunakan yuan,” kata Gong, dikutip Minggu (15/3).

Sementara itu, Dekan China Institute for Studies in Energy Policy di Xiamen University, Lin Boqiang, memberikan pandangan yang lebih optimistis.

“Jika metode transaksinya bisa diverifikasi, secara teknis pengaturan ini sebenarnya mungkin dilakukan. Jika pembayaran dengan yuan memungkinkan kapal melintas, transaksi lain juga bisa mengikuti dan memberikan perlindungan sementara bagi perdagangan global,” kata Lin.

Harga minyak telah melonjak sekitar 40 persen sejak konflik dimulai dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, karena penutupan efektif Selat Hormuz mengganggu pasokan minyak dunia.

Presiden AS Donald Trump pada Jumat lalu mengatakan pasukan Amerika telah menyerang setiap target militer di pusat ekspor minyak Iran di Pulau Kharg. Namun media pemerintah Iran pada Sabtu melaporkan tidak ada infrastruktur minyak yang rusak akibat serangan tersebut, dan menegaskan yang menjadi sasaran hanyalah target militer.

Beberapa kapal yang melintas di selat itu dilaporkan menyiarkan sinyal “China owner” pada transponder maritim mereka untuk memanfaatkan posisi netral Beijing dalam konflik ini dan menghindari serangan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Garda Revolusi Iran Bersumpah akan Bunuh Netanyahu
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Investor Kakap Amerika Serikat Bilang Stablecoin Akan Jadi Sistem Pembayaran Global, Ini Alasannya
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jadwal Salat Hari Ini untuk Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya, Minggu 15 Maret 2026
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Respons Azizah Salsha Soal Pacar Baru Pratama Arhan yang Dinilai Lebih Cantik
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Hotelnya Kebakaran, Sejumlah Jamaah Umrah Indonesia di Saudi Terkatung-katung
• 21 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.