JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan pemerintah masih memantau kemungkinan dampak perang Iran dan konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian Indonesia, termasuk pada momentum Lebaran tahun ini.
Muhaimin menyebut hingga saat ini belum ada kesimpulan bahwa konflik tersebut memengaruhi kondisi ekonomi dalam negeri secara signifikan.
“Kita terus monitor, sampai detik ini belum ada kesimpulan. Kita berharap dampaknya belum kelihatan,” kata Muhaimin usai acara pelepasan Mudik Gratis Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2026).
Baca juga: Negara yang Diuntungkan dan yang Paling Terpukul dari Perang Iran
Pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengatakan bahwa berdasarkan laporan dalam rapat kabinet terakhir, kondisi ekonomi nasional secara umum masih berjalan normal meskipun terjadi fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM).
“Kemarin hasil rapat kabinet terakhir menunjukkan laporan ekonomi berjalan masih normal, meskipun fluktuasi harga BBM naik-turun drastis, tetapi secara umum pertumbuhan masih oke,” ujarnya.
Baca juga: Menimbang Mediasi Indonesia Dalam Perang AS-Israel Vs Iran
Meski demikian, pemerintah masih menunggu perkembangan daya beli masyarakat selama periode Lebaran untuk melihat apakah terdapat dampak lanjutan terhadap perekonomian.
“Tinggal kita tunggu daya beli masyarakat selama Lebaran ini kita lihat, moga-moga tidak berdampak signifikan,” kata Muhaimin.
Ia menambahkan, dirinya bersama PKB mendukung langkah pemerintah dalam menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi potensi dampak tersebut.
“Saya dan PKB mendukung langkah-langkah pemerintah untuk mengambil tindakan langkah-langkah antisipatif ya, antisipatif,” tutur Cak Imin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang