AS Peringatkan Media soal Berita Negatif Perang Iran, Ancam Cabut Izin Siaran

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Regulator penyiaran utama AS mengancam media massa terkait pemberitaan negatif terkait perang Iran. Peringatan ini dikeluarkan oleh Komisi Komunikasi Federal (FCC), yang mengawasi radio, televisi, dan media internet AS, pada Sabtu (14/3).

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengecam judul berita kritis dari media yang ia sebut dengan "Media Berita Palsu". Trump sejak masa jabatan pertamanya telah mencemooh media arus utama sebagai "berita palsu". Ia juga menggugat media besar terkait pemberitaan yang menurutnya tidak adil.

Ketua FCC, Brendan Carr, mengatakan bahwa lembaga penyiaran berisiko kehilangan izin mereka karena berita yang disiarkan.

"Hukumnya jelas. Lembaga penyiaran harus beroperasi untuk kepentingan publik, dan mereka akan kehilangan izin mereka jika tidak," kata Carr dikutip dari AFP, Minggu (15/3).

"Lembaga penyiaran yang menyebarkan berita bohong dan distorsi berita —juga dikenal sebagai berita palsu— sekarang memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan sebelum masa perpanjangan izin mereka berakhir," tambahnya.

Pernyataan Carr tidak menyebutkan secara spesifik media berita mana pun, tetapi menyertakan unggahan media sosial Trump. Dalam unggahan itu Trump mengecam sebuah berita yang menurutnya menyesatkan yakni soal lima pesawat tanker yang terkena serangan Iran di Arab Saudi.

Foundation for Individual Rights in Education (FIRE), sebuah organisasi advokasi kebebasan berbicara yang berbasis di AS, menilai peringatan dari Carr itu keterlaluan.

"Ketika pemerintah menuntut pers menjadi corong negara di bawah ancaman hukuman, ada sesuatu yang sangat salah," katanya.

Sejak Israel dan Amerika Serikat pertama kali melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, baik Trump maupun kepala Pentagon Pete Hegseth secara teratur menepis berita-berita kritis sebagai "berita palsu".

Pada hari Jumat, baik Pentagon maupun Gedung Putih mengecam stasiun televisi CNN setelah menayangkan berita yang menunjukkan bahwa Washington telah meremehkan kemampuan Iran untuk mengganggu lalu lintas minyak global di Selat Hormuz.

"Berita ini 100% BERITA PALSU," kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt dalam sebuah unggahan di X.

Tahun lalu, Carr mengancam akan mencabut izin siaran ABC setelah komentar yang dibuat oleh pembawa acara talk show larut malam Jimmy Kimmel tentang pembunuhan aktivis sayap kanan Charlie Kirk.

ABC sempat menghentikan penayangan acara Kimmel setelah ancaman tersebut, yang menyebabkan protes luas sebelum akhirnya kembali ditayangkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pram imbau pengunjung Taman Bendera Pusaka gunakan transportasi umum
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
DPP IMM desak aparat transparan usut penyiraman air keras Andrie Yunus
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Trump Minta Tiongkok hingga Inggris Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pesan Kapolri untuk Pemudik: Manfaatkan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan
• 20 jam laludetik.com
thumb
Kabakom: Pemerintah kecam kekerasan terhadap Andrie Yunus
• 22 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.