CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan belum bersedia mencapai kesepakatan dengan Iran untuk meredakan konflik yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.
Dalam wawancara melalui telepon dengan NBC News pada Sabtu (14/3), Trump menilai persyaratan yang ditawarkan dalam potensi perjanjian dengan Teheran masih belum memenuhi harapan pemerintahannya.
"Iran ingin membuat kesepakatan, dan saya tidak ingin membuatnya karena syarat-syaratnya belum cukup baik," ujar Trump dalam wawancara tersebut, dikutip Antara, Minggu (15/3).
Trump menegaskan bahwa salah satu komponen utama dalam perjanjian yang mungkin terjadi adalah komitmen Iran untuk menghentikan ambisi pengembangan senjata nuklirnya. Menurutnya, tanpa jaminan kuat mengenai hal tersebut, kesepakatan sulit untuk diwujudkan.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan aliansi Amerika Serikat–Israel yang dalam beberapa waktu terakhir melakukan operasi militer di kawasan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat terhadap fasilitas di Pulau Kharg, Iran.
Ia menggambarkan serangan tersebut sebagai tindakan yang sangat efektif dalam melumpuhkan infrastruktur militer di wilayah tersebut.
Trump bahkan mengatakan serangan itu "benar-benar menghancurkan" sebagian besar fasilitas militer di pulau tersebut.
Ia menambahkan pernyataan yang cukup kontroversial dengan mengatakan bahwa "kita mungkin akan menyerangnya beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang."
Secara terpisah melalui unggahan di akun Truth Social miliknya, Trump menyatakan sejumlah negara kemungkinan akan bergabung dengan Amerika Serikat untuk menjaga keamanan Selat Hormuz.
Menurutnya, jalur pelayaran strategis tersebut penting bagi stabilitas perdagangan global, terutama bagi negara-negara yang terdampak oleh potensi penutupan selat oleh Iran.
Trump menulis bahwa "banyak negara, terutama negara-negara yang terdampak oleh upaya Iran untuk menutup Selat Hormuz, akan mengirimkan kapal perang, bersama dengan Amerika Serikat, untuk menjaga agar Selat tetap terbuka dan aman."
Beberapa negara yang disebut berpotensi ikut serta antara lain China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris.
Dalam wawancara itu, Trump juga menyinggung laporan mengenai kemungkinan Iran memasang ranjau di Selat Hormuz. Namun ia mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai hal tersebut.
"Kita akan melakukan pengawasan ketat di selat ini, dan kami yakin negara-negara lain akan bergabung," katanya.
Ketika ditanya apakah Angkatan Laut Amerika Serikat akan mengawal kapal-kapal komersial yang melintas di kawasan tersebut, Trump tidak memberikan konfirmasi langsung.
Ia hanya menyatakan bahwa kemungkinan tersebut tetap terbuka dengan mengatakan, "itu mungkin."
Sumber: Anadolu




