Kisah Sopir Bus Mudik 15 Tahun Antar Perantau Pulang Kampung: Sudah Panggilan Jiwa

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com - Merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di rumah menjadi hal yang dinanti oleh banyak orang setiap tahunnya.

Namun, hal ini tidak lagi dilakukan oleh Nisan Hasanuddin, sopir bus program mudik gratis Pemerintah Kota Bekasi tujuan Solo, Jawa Tengah.

Hari Raya Idul Fitri justru kerap ia habiskan di balik kemudi, mengantar ribuan perantau pulang ke kampung halamannya. Selama sekitar 15 tahun, Nisan telah menjalani tugas sebagai sopir bus angkutan mudik.

Baca juga: Polda Metro Buka Posko Pengaduan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Meski harus merelakan momen Lebaran jauh dari keluarga, ia mengaku pekerjaan tersebut telah menjadi bagian dari panggilan hidupnya.

“Ini memang sudah tugas kami sebagai kru bus. Istilahnya panggilan jiwa. Yang penting keluarga di rumah sehat dan kita yang kerja selamat," ujar Nisan kepada Kompas.com, Minggu (15/3/2026).

Bagi Nisan, setiap perjalanan mudik selalu memiliki cerita tersendiri. Selama bertahun-tahun mengemudi, ia merasakan berbagai pengalaman, baik suka maupun duka di jalan.

Namun, satu hal yang selalu menjadi prioritasnya adalah keselamatan para penumpang.

“Kami selalu berdoa semoga tidak ada halangan sekecil apa pun sampai tujuan. Kita bawa penumpang dengan selamat, kita kembali ke rumah juga dengan selamat,” katanya.

Perjalanan mudik, menurut Nisan, bukan tugas yang mudah. Ketika arus kendaraan meningkat tajam menjelang Lebaran, kondisi lalu lintas sering kali padat merayap selama berjam-jam.

Situasi tersebut menuntut kesabaran dan ketelatenan ekstra dari para pengemudi bus.

Baca juga: Sedang Shalat Tarawih, Pria di Depok Meninggal Dunia dalam Posisi Sujud

“Intinya harus lebih sabar dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Program mudik gratis yang digelar Pemerintah Kota Bekasi setiap tahun, menurut Nisan, sangat membantu masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa terbebani biaya perjalanan.

Sebagai orang yang berada di garis depan perjalanan tersebut, ia berharap program ini terus berkembang dan semakin baik pada masa mendatang.

“Harapannya semoga lebih baik lagi, dan lebih aman lagi untuk ke depannya,” kata Nisan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebelum keberangkatan, Nisan memastikan seluruh sopir dan kru bus telah menjalani berbagai pemeriksaan untuk menjamin keselamatan perjalanan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warning KPK! ASN Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas, Nekat Berarti Menyalahgunakan Fasilitas Negara
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Nelayan di Kepulauan Selayar Temukan 25 Kg Paket Diduga Berisi Kokain
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Belum Mau Buat Kesepakatan dengan Iran untuk Hentikan Perang
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
RI Mau Ekspor Listrik ke Singapura, Kepri Bisa Jadi Hub Industri Teknologi
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Minta China Kirim Kapal Perang untuk Bantu Kawal Selat Hormuz
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.