Masjidil Haram di Makkah saat ini dalam kondisi padat luar biasa. Hal ini karena jutaan jemaah dari penjuru dunia tengah menyambut malam 27 Ramadan, malam yang sangat diharapkan sebagai malam kemuliaan atau lailatul qadar.
Tanggal 1 Ramadan di Arab Saudi jatuh pada 18 Februari 2026 atau sehari lebih dulu dibanding yang ditetapkan pemerintah Indonesia.
Sejak awal Ramadan, kepadatan memang terjadi di Masjidil Haram karena Ramadan merupakan puncak musim umrah. Kepadatan meningkat saat memasuki 10 hari terakhir bulan suci. Dan mencapai puncaknya ketika malam 27 Ramadan tiba.
Pengelola Masjidil Haram telah melakukan banyak persiapan untuk menyambut malam 27 Ramadan, antara lain dengan menambah tempat salat.
Selain itu, tamu hotel di sekitar Masjidil Haram diimbau agar salat di tempat ibadah yang tersedia di hotel tempat mereka menginap untuk mengurangi kepadatan di Masjidil Haram.
Pusat Keamanan Nasional 911 yang berada di bawah Kemendagri Saudi juga mengeluarkan imbauan bagi warga Makkah. Warga diimbau agar salat di masjid terdekat di lingkungan mereka karena Kota Makkah —sesuai batas-batasnya— seluruhnya merupakan tanah suci, salat di sana pahalanya juga berlipat-lipat sebagaimana di Masjidil Haram.
Dikatakan juga, sarana transportasi diprioritaskan bagi jemaah/peziarah di Masjidil Haram.
Tak cuma di Masjidil Haram, kepadatan menyambut malam 27 Ramadan juga ada di Masjid Nabawi di Madinah.
Adapun Menteri Haji dan Umrah Saudi, Dr. Tawfiq Fawzan Al-Rabiah, menyambut malam 27 Ramadan dengan mengunggah surah Al-Qadr [Malam Kemuliaan] di akun X-nya, yang artinya:
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan.
Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.





