Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Stafsus Wapres Gibran Angkat Bicara, Ada Kata Pengecut!

jpnn.com
11 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Staf Khusus (Stafsus) Wakil Presiden Suwardi meminta untuk tidak saling curiga, khususnya antara pemerintah dan masyarakat sipil merespons peristiwa penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.

"Penting pula untuk menghilangkan rasa saling curiga, khususnya antara pemerintah dan kalangan masyarakat sipil yang selama ini menjalankan fungsi kritik sebagai bagian sah dari kehidupan demokrasi," kata Suwardi dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (15/3/2026).

BACA JUGA: Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Bisa Memunculkan Opini Liar

Suwardi menyebut hubungan antara pemerintah dan masyarakat sipil perlu dibangun di atas prinsip saling menghormati, keterbukaan, serta komitmen bersama terhadap supremasi hukum.

Menurut dia, proses pengusutan yang cepat, menyeluruh, dan transparan menjadi penting mengingat tudingan dan kecurigaan publik dapat dengan mudah diarahkan kepada pemerintah sebagai penyelenggara negara.

BACA JUGA: Begini Modus Bupati Cilacap Syamsul yang Kena OTT KPK Peras Anak Buah untuk THR

"Tudingan dan kecurigaan publik sangat mudah diarahkan kepada pemerintah sebagai penyelenggara negara. Karena itu, pengusutan cepat, menyeluruh, dan transparan menjadi sangat penting," ucapnya.

Dia juga menyampaikan perintah Presiden Prabowo Subianto kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut secara transparan perlu diwujudkan melalui penyelidikan dan penyidikan yang profesional, akuntabel, serta terbuka kepada publik agar kepercayaan masyarakat dapat terjaga.

BACA JUGA: Polemik Ijazah Jokowi: Rismon Senyum Dianggap Gibran Saudaraan, Dapat Parsel Besar

Suwardi menilai penyiraman cairan kimia berbahaya terhadap Andrie Yunus merupakan tindakan pengecut yang tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum dan demokrasi.

Peristiwa ini disebutnya bukan hanya merupakan bentuk kekerasan semata, namun juga menjadi ancaman serius terhadap rasa aman warga serta kepercayaan publik.

"Saya mengutuk keras peristiwa tersebut karena kekerasan semacam ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran serta memicu rasa saling curiga di tengah masyarakat," kata Suwardi.

Sementara itu, Stafsus Wapres Nico Harjanto menyampaikan simpati kepada korban, keluarga, dan jajaran KontraS atas peristiwa tersebut.

Dia mendorong agar korban mendapatkan perawatan medis terbaik hingga pulih tanpa kendala biaya serta menekankan fokus penanganan saat ini pada pemulihan korban dan pengungkapan pelaku sesuai perintah Presiden Prabowo kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

"Saya minta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan cepat, tunjukkan bahwa hukum di Indonesia hadir untuk melindungi seluruh warga dan menghadirkan rasa aman untuk kita semua," kata Nico.

Selain itu, Nico juga meminta lembaga terkait memperketat pengawasan terhadap peredaran air keras dan bahan berbahaya lainnya yang kerap digunakan dalam tindak kejahatan seperti tawuran dan serangan kepada warga yang tidak bersalah.

"Saya berharap kejadian tragis yang dialami Mas Andrie adalah yang terakhir," pungkasnya.

Diketahui, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyerangan oleh orang tidak dikenal yang menyiramkan air keras hingga mengakibatkan luka pada bagian tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatan.

Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie selesai melakukan rekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas topik militerisme dan uji materi Undang-Undang TNI.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, korban pada Kamis (12/3) malam sekitar pukul 23.37 WIB tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.

Dua orang pelaku yang menggunakan sepeda motor kemudian mendekati korban dan menyiramkan air keras sebelum melarikan diri.

Akibat serangan tersebut korban mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuh dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.(ant/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sujud dan Azan Terakhir Pria yang Meninggal saat Salat Tarawih di Masjid Depok
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Daftar Lengkap Pemenang Oscar 2026
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Lonjakan Penumpang Merak-Bakauheni Jadi Indikator Awal Peningkatan Mobilitas Mudik Lebaran
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Danantara Hibahkan PLTS ke Pemkab Sumenep, PLN Siap Suplai Listrik ke 2.000 KK
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
3 HP Murah dengan Kamera Mirip iPhone untuk Lebaran, Harga Mulai Rp1 Jutaan
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.