Buntut Insiden Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Koalisi OMS Sulsel: Itu Bentuk Kejahatan Brutal

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Buntut insiden penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus. Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) Sulawesi Selatan (Sulsel) lontarakan pernyataan sikap terkait dukungan solidaritas mengutuk perilaku penyerangan aktivis tersebut oleh dua terduga pelaku di Jakarta Pusat.

"Penyerangan itu adalah bentuk kejahatan yang sangat brutal. Kejadian ini dapat dimaknai sebagai upaya membungkam setiap orang yang berpikir kritis dan menciptakan ketakutan bagi masyarakat sipil," papar perwakilan OMS Sulsel Idris Tajanang saat menyampaikan dukungan solidaritas di Makassar, Minggu (16/3/2026).

Peristiwa tersebut menambah jumlah kasus penyerangan dan kekerasan terhadap aktivis, pembela HAM dan setiap orang yang bersikap kritis terhadap pemerintah.

Kekerasan yang menimpa Andrie Yunus, sebutnya, semakin menguatkan kemunduran besar dalam kehidupan demokrasi dan penghormatan hak asasi manusia di Indonesia. 

Menunjukkan lemahnya perlindungan terhadap pembela HAM dan kultur kekerasan yang menguat dan meluas di Indonesia.

"Pembela hak asasi manusia atau siapa pun yang menyampaikan pendapat seharusnya mendapatkan perlindungan. Pemerintah dan penegak hukum harus mengungkap siapa pelaku teror, motif dan relasi kuasanya. Kegagalan pengungkapan atas serangan ini, sama halnya Negara terlibat kejahatan itu sendiri," bebernya.

Semua pihak, terutama institusi negara, khususnya DPR, Presiden, dan Komnas HAM, harus memberikan perhatian serius mengawasi jalannya pengungkapan, penyelidikan dan upaya hukum secara profesional dan berintegritas atas kasus kekerasan ini. Institusi negara harus memastikan agar tidak terjadi undue delay.

"Presiden harus menyatakan ketegasan bersikap atas represi terhadap warga negaranya dan menunjukkan komitmen politik yang tegas dan terbuka menjalankan mandat Pasal 28I ayat 4 UUD NRI, soal perlindungan, penegakan, dan pemajuan HAM," jelasnya lagi menegaskan jelang buka puasa di kafe lorong Salemba Makassar.

Sementara itu, Aktivis penggiat HAM Herlambang Perdana Wiratraman usai berbuka puasa bersama OMS Sulsel bersama LBH Pers dan KAJ Sulsel di Makassar, menegaskan, penyerangan terhadap pembela HAM adalah perbuatan biadab. Seharusnya itu mendapatkan pendampingan hukum dari negara maupun pemerintah.

Kejadian penyiraman air keras kepada aktivis merupakan peristiwa kedua dan kembali berulang seperti dialami Novel Baswedan. Penyebab berulangnya serangan ini, kata dia, selama ini menyaksikan kejahatan pelanggaran HAM, namun tidak pernah di pertanggungjawabkan dengan sungguh-sungguh.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
24 Ribu Jemaah Umrah Sudah Pulang ke Indonesia Pascakonflik Timur Tengah
• 22 jam laluokezone.com
thumb
JK dan Guru Besar Kumpul Soroti Fiskal Daerah, Cari Solusi Soal Defisit Anggaran
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Kontrak Berjangka Saham AS Naik, Investor Masih Pelototi Konflik Iran
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Turun ke Rp2.992.000 per Gram
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Allegri Bantah Ruang Ganti AC Milan Retak Usai Insiden Rafael Leao Mengamuk di Lapangan saat Dikalahkan Lazio
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.