Kairo (ANTARA) - Iran akan menyambut baik setiap inisiatif regional yang mengarah pada penyelesaian konflik di Timur Tengah secara adil, kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Minggu (15/3).
Pada Jumat, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan setiap inisiatif untuk memperkuat persatuan di Timur Tengah serta memulihkan stabilitas, keamanan, dan perdamaian di kawasan itu.
"Saat ini belum ada inisiatif khusus untuk mengakhiri perang. Kami akan menyambut baik inisiatif regional apa pun yang mengarah pada berakhirnya perang secara adil," kata Araghchi dalam wawancara dengan surat kabar Al-Araby Al-Jadeed.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel menyerang sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya berdalih serangan "pencegahan" itu dilakukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi kemudian mengakui bahwa mereka ingin mendorong perubahan kekuasaan di Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Korsel kaji permintaan Trump kirim kapal ke Selat Hormuz
Baca juga: AS: Perang lawan Iran akan berakhir dalam hitungan minggu
Pada Jumat, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan setiap inisiatif untuk memperkuat persatuan di Timur Tengah serta memulihkan stabilitas, keamanan, dan perdamaian di kawasan itu.
"Saat ini belum ada inisiatif khusus untuk mengakhiri perang. Kami akan menyambut baik inisiatif regional apa pun yang mengarah pada berakhirnya perang secara adil," kata Araghchi dalam wawancara dengan surat kabar Al-Araby Al-Jadeed.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel menyerang sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya berdalih serangan "pencegahan" itu dilakukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi kemudian mengakui bahwa mereka ingin mendorong perubahan kekuasaan di Iran.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Korsel kaji permintaan Trump kirim kapal ke Selat Hormuz
Baca juga: AS: Perang lawan Iran akan berakhir dalam hitungan minggu





