Truk Bermuatan Hebel Terguling di Gatot Subroto Diduga karena Pecah Ban

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebuah truk bermuatan batu hebel terguling di Jalan Gatot Subroto arah Pancoran, Jakarta Selatan, pada Senin (16/3/2026) pagi. Peristiwa ini sempat memicu kemacetan panjang di kawasan tersebut.

Anggota Tim Mandala Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Briptu Yudha Prasetya mengatakan, truk tersebut terguling setelah mengalami pecah ban yang diduga dipicu oleh muatan berlebih.

“Akhirnya terjadilah hebelnya berantakan di ruas jalan arah timur, depan kantor Kemnaker,” kata Yudha kepada Kompas.com di lokasi, Senin.

Baca juga: Batu Hebel Berserakan di Jalan Gatot Subroto, Lalu Lintas Arah Pancoran Macet

Material batu hebel yang berserakan di badan jalan menyebabkan penyempitan lajur kendaraan dan memperlambat arus lalu lintas dari arah Kuningan hingga Semanggi.

Usai kejadian, truk tersebut langsung dievakuasi menggunakan mobil derek milik Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan.

Kendaraan itu kemudian dibawa ke kantor Subdirektorat Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya untuk penanganan lebih lanjut.

“Selanjutnya diserahkan ke pihak Laka untuk parkir di Laka Gakkum, sopirnya juga ikut untuk diminta keterangan administrasi kendaraan,” jelas Yudha.

Menurut Yudha, insiden tersebut merupakan kecelakaan tunggal. Polisi tidak menemukan indikasi pengemudi mengantuk atau faktor lain yang memicu kecelakaan.

Akibat kejadian tersebut, lalu lintas di Jalan Gatot Subroto sempat mengalami kepadatan cukup panjang.

Petugas PPSU bersama Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan bahu-membahu mengevakuasi batu hebel yang berserakan di badan jalan.

Baca juga: Sopir Truk Sebut Macet Parah di Tanjung Priok Bukan karena Lonjakan Aktivitas Pelabuhan

Sekitar pukul 09.05 WIB, seluruh material batu hebel berhasil dipindahkan ke trotoar untuk kemudian diangkut. Setelah proses pembersihan selesai, arus lalu lintas di lokasi mulai berangsur normal.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Tadinya yang cuma bisa satu jalur sekarang sudah bisa dua jalur. Mungkin selanjutnya sebentar lagi bisa tiga dan empat, dan pulih normal kembali,” kata Yudha.

Seiring dengan lancarnya kembali arus kendaraan, suara klakson yang sebelumnya terdengar bersahutan juga mulai berkurang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan MK Sebut Gugatan Roy Suryo Cs Terkait UU ITE Tidak Jelas
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Ini Janji Polda Metro Terkait Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Pihak yang Disebut Akan Terima THR Bupati Cilacap Ialah Kombes Budi Adhy Buono
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Hoarding Disorder: Kebiasaan Menimbun Barang yang Bisa Memicu Konflik Keluarga
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Hasil Peradaban Islam, Tak Banyak yang Tahu Bayam Berasal dari Iran
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.