Kinerja Menonjol, Harga Bitcoin (BTC) Sentuh US$73.000

wartaekonomi.co.id
9 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin mencatat kinerja mingguan yang baik pada perdagangan pagi hari di Senin (16/3). Ia baru-baru ini sempat menyentuh level US$73.000. Hal ini menjadi sorotan, terutama di tengah ketidakpastian akibat konflik dari Iran dan Amerika Serikat (AS).

Kenaikan bitcoin kali ini cukup menonjol dibandingkan aset utama lainnya menyusul bagaimana aset kripto unggulan tersebut menunjukkan tanda-tanda mulai bergerak berbeda dari pasar saham teknologi yang justru cenderung melemah akibat konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (16/3): The Fed Disoroti, Investor Mulai Adaptasi

Dalam beberapa bulan terakhir, pergerakan bitcoin sering kali sejalan dengan saham teknologi. Namun pekan ini pola tersebut mulai berubah. Saat saham teknologi melemah, bitcoin justru mampu bertahan dan perlahan menguat. Pergerakan ini menandakan bitcoin mulai kehilangan korelasi kuat dengan sektor teknologi, setidaknya dalam jangka pendek.

Sejak konflik meletus lebih dari dua minggu lalu, bitcoin telah naik sekitar 13%. Kinerja ini membuat aset kripto terbesar di dunia tersebut mengungguli sejumlah aset tradisional, baik aset berisiko maupun aset safe haven.

Permintaan dari investor institusi juga mulai terlihat kembali di Amerika Serikat. ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk bersih sepanjang bulan ini sekitar US$1,3 miliar . Jika tren ini berlanjut, ia berpotensi menjadi bulan pertama dengan arus masuk bersih sejak Oktober.

ETF Bitcoin spot sendiri diperdagangkan dalam sejumlah bursa besar dan menjadi salah satu pintu utama bagi investor institusi untuk masuk ke pasar kripto.

Namun meski harga b itcoin menguat, sentimen pasar kripto secara umum masih sangat berhati-hati. Indikator Crypto Fear & Greed Index masih berada di extreme fear.

Selain itu, tingkat pendanaan (funding rates) pada kontrak futures perpetual juga masih negatif. Kondisi ini berarti trader yang membuka posisi short masih mendominasi pasar dan bahkan bersedia membayar biaya tambahan untuk mempertahankan posisi bearish mereka.

Baca Juga: Stanley Druckenmiller Soal Bitcoin (BTC) Hingga Kripto: Solusi yang Cari Masalah

Meski belum sepenuhnya keluar dari tekanan, analis melihat perubahan penting dalam cara pasar memperlakukan Bitcoin. Investor tampaknya tidak lagi menilai bitcoin semata-mata sebagai aset berisiko.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Lebaran Banyak Jasa Tukar Uang Baru, Ustaz Abdul Somad Ungkap Hukumnya Menurut Islam
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Ustaz Khalid Basalamah Tanya ke Daniel Mananta: Apa yang Menghalangi Anda Masuk Islam? Begini Jawabannya!
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
15 Ucapan Selamat Lebaran 2026 untuk Status WhatsApp, Berkesan Banget!
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Penumpang Mulai Membludak di Terminal Kampung Rambutan Menjelang Mudik Lebaran
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Dilarang Beroperasi oleh KDM, Kusir Delman di Garut Justru Senyum Bahagia
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.