Perempuan Gorontalo yang Dilaporkan Hilang, Ketemu: Kabur-Tak Mau Dijodohkan

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Siti Sahida Sahari (28 tahun), perempuan asal Kota Gorontalo yang dilaporkan hilang oleh orang tuanya saat bekerja di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya ditemukan.

Siti ditemukan selamat oleh aparat kepolisian di Perumahan Gowaria Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Minggu dini hari (14/3).

“Gadis tersebut sudah dipertemukan dengan orang tuanya,” kata Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin.

Hilangnya Siti sebelumnya sempat viral di media sosial. Pada September 2025, Siti dan keluarganya mulai putus komunikasi. Nomor teleponnya tidak aktif.

Keluarga yang khawatir kemudian mencari informasi keberadaan Siti ke berbagai pihak. Bahkan bapaknya, Hamzah Sahari (71 tahun), terbang langsung dari Gorontalo ke Makassar untuk mencari keberadaan anak sulungnya.

“Dari adanya laporan hilang tersebut, kami langsung mencari dan berhasil menemukannya,” sambungnya.

Tolak Dijodohkan, Siti Sengaja Memutus Komunikasi

Wahid menjelaskan bahwa Siti sebenarnya tidak hilang. Ia sengaja memutus komunikasi atau mematikan nomor telepon untuk menghindari orang tuanya karena menolak dijodohkan dengan pria di kampung halamannya.

“Infonya akan dijodohkan, tapi dia tidak mau. Makanya dia memutuskan mematikan semua handphone-nya agar tidak bisa lagi ditelepon keluarganya. Dia masih mau bekerja di Makassar,” jelasnya.

Setelah ditemukan, kepolisian memberikan nasihat dan penjelasan kepada Siti. Alhasil, Siti menerima dan bersedia pulang kampung bersama bapaknya, Hamzah.

“Saat ini, Siti sudah mau dibawa pulang oleh orang tuanya ke Gorontalo,” tandasnya.

Sarjana Keperawatan yang Merantau demi Karier

Sebelumnya, Hamzah bercerita bahwa Siti adalah anak pertama dari dua bersaudara dan merupakan lulusan sarjana keperawatan. Meski memiliki latar belakang pendidikan kesehatan, Siti memilih bekerja di luar bidang keahliannya demi mencari penghasilan.

Pada April 2025, Siti melamar kerja di sebuah gerai makanan cepat saji di Gorontalo dan bersaing dengan ratusan pelamar. Ia terpilih dan berangkat ke Makassar bersama sembilan orang lainnya untuk mengikuti pelatihan.

“Awalnya ada sekitar sepuluh orang yang berangkat dari Gorontalo untuk training di Makassar. Setelah seleksi, hanya empat orang yang dinyatakan lulus, termasuk anak saya. Enam orang lainnya kembali ke Gorontalo,” kata Hamzah.

Siti pun menduduki posisi manajer di gerai tersebut. Pada awal masa kerjanya, komunikasi dengan keluarga di Gorontalo berjalan lancar.

Belum Siap Menikah

Komunikasi mulai terganggu ketika Siti menyampaikan ada seorang pria yang ingin melamarnya. Namun, Siti mengaku belum siap menikah dan ingin fokus meniti karier.

“Dia bilang ada laki-laki yang ingin melamar dan bahkan ingin datang ke Gorontalo. Tapi anak saya bilang ke ibunya bahwa dia baru bekerja dan orang tuanya juga masih sibuk, jadi belum siap untuk menikah,” ujar Hamzah.

Pada September 2025, komunikasi antara Siti dan keluarganya tiba-tiba terputus. Nomor teleponnya tidak lagi aktif dan tidak ada satu pun yang mengetahui keberadaannya, termasuk rekan-rekan kerjanya di Makassar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kabar Netanyahu Tewas Viral, Kantor PM Israel Angkat Bicara
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Rudal Iran Hantam Israel Tengah, Gedung Hancur-Mobil Jadi Abu
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sudah Jadi Nenek, Reza Artamevia Akui Tetap Ada yang Mendekati
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Mudik 2026: Lalin Tol Japek hingga Cipali Masih Lancar di Minggu Malam, 15 Maret
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sulsel 16 Maret 2026: Makassar Hujan Ringan Siang dan Sore
• 13 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.