Lalu lintas di Tol Jakarta–Cikampek (Japek) pada Minggu (15/3) malam terpantau masih ramai, namun tetap lancar. Hingga H-6 Lebaran, belum terlihat kepadatan signifikan di jalur utama menuju arah timur tersebut.
Pantauan kumparan pada pukul 23.22 WIB melalui CCTV Kementerian Perhubungan menunjukkan kendaraan masih bergerak leluasa di sejumlah ruas tol. Arus lalu lintas terlihat stabil tanpa antrean panjang.
Di KM 29 Tol Japek, arus kendaraan tampak lebih padat bergerak keluar Jakarta. Meski demikian, laju kendaraan masih terpantau lancar.
Kondisi serupa juga terlihat di KM 54 hingga KM 71 Tol Japek. Volume kendaraan meningkat, namun belum menimbulkan kepadatan berarti.
Sementara itu di Tol Cikopo–Palimanan (Cipali), arus lalu lintas juga terlihat ramai tetapi masih bergerak normal. Belum tampak antrean panjang kendaraan di jalur tersebut.
Berdasarkan pantauan peta lalu lintas aplikasi Travoy, jalur Trans Jawa yang mengarah ke Jawa Tengah hingga Jawa Timur juga masih berstatus hijau, menandakan arus kendaraan relatif lancar.
Rekayasa Lalu Lintas DisiapkanMeski arus lalu lintas belum ada lonjakan, Korlantas Polri telah menyiapkan rekayasa lalu lintas contraflow maupun one way bila kepadatan terjadi.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan, penerapan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way dilakukan berdasarkan parameter perhitungan jumlah kendaraan secara real-time, bukan sekadar prediksi.
Menurutnya, sistem radar di tol akan memantau volume kendaraan secara berkala untuk menentukan kapan rekayasa lalu lintas perlu diterapkan.
“Jadi nanti di KM 47 itu ada radar. Radar itu menghitung jumlah kendaraan. Selama 1 jam berturut-turut, apabila 1 jam berturut-turut itu 5.500, otomatis nanti kami akan lapor Bapak Kapolri, akan dilakukan rekayasa lalu lintas contraflow lajur 1,” jelas Agus saat ditemui di Command Center Km 29 Tol Jakarta-Cikampek, Minggu (15/3).
Ia menambahkan, jika volume kendaraan meningkat hingga 6.400 kendaraan per jam secara berturut-turut, maka contraflow akan diperluas hingga dua lajur.
“Yang kedua, apabila satu jam ke depan berturut-turut naik menjadi 6.400, itu kita lakukan contraflow lajur 2. Jadi ada mekanisme, bukan prediksi. Tetapi parameter itu yang nanti akan kita jadikan pedoman,” kata dia.
Selain radar, Korlantas juga memanfaatkan pemantauan melalui CCTV dan drone ETLE untuk memastikan kondisi lalu lintas secara real-time.





