Skenario Adu Domba dari AS: Produksi Drone Mirip Punya Iran, Dipakai Serang Negara Arab

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA – Tuduhan serius muncul dari pihak Teheran terkait taktik perang informasi yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Iran mengklaim telah membongkar skenario adu domba yang dirancang untuk merusak stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Strategi ini diduga melibatkan pemalsuan laporan demi menciptakan ketegangan antara Iran dan tetangga Arabnya. Ada upaya adu domba yang menyebut drone Iran menyerang negera Arab.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan adanya upaya penipuan menggunakan teknologi drone yang dimodifikasi sedemikian rupa. Ia menuding pihak Washington telah memproduksi pesawat nirawak yang secara visual menyerupai model Shahed milik Teheran.

Drone tersebut disinyalir digunakan untuk melakukan serangan provokatif ke sejumlah negara-negara Arab dalam waktu dekat.

“Kami juga baru-baru ini menerima informasi yang menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap negara-negara Arab dari titik-titik tertentu,” ujar Araghchi sebagaimana dikutip dari Doha News.

Menurut Araghchi, penggunaan drone replika ini bertujuan untuk memanipulasi opini publik dan menciptakan permusuhan diplomatik. Ia secara spesifik menyebutkan nama model drone yang diduga menjadi alat dalam operasi penyamaran tersebut.

Pihak Iran kini tengah melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan udara di titik-titik konflik yang dicurigai.

“AS telah mengembangkan drone yang mirip dengan drone Shahed kami, yang disebut ‘Lucas’. Drone ini digunakan untuk menyerang target di negara-negara Arab.”

Dugaan Target Sipil untuk Merusak Diplomasi

Araghchi meyakini bahwa target serangan tersebut bukan sekadar instalasi militer, melainkan juga menyasar sektor-sektor non-militer.

Hal ini dianggap sebagai cara tercepat untuk memancing amarah negara-negara sahabat Iran di kawasan Arab. Iran menegaskan komitmennya untuk terus mempelajari data intelijen guna membuktikan kebohongan laporan yang beredar.

“Kami sedang mempelajari informasi ini, tetapi saya percaya Israel mungkin menargetkan situs sipil untuk merusak hubungan kami dengan teman-teman Arab kami,” tambah Araghchi.

Konspirasi Global di Tengah Konflik Arab

Senada dengan Menlu, Ebrahim Zolfaghari dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mencium adanya konspirasi jahat. Ia menuduh aliansi AS-Israel sengaja menyalahkan Iran atas serangan di Arab Saudi, Qatar, UEA, hingga Bahrain. Zolfaghari menilai tindakan ini merupakan upaya sistematis untuk melemahkan posisi pertahanan Republik Islam Iran.

“Tujuan musuh adalah menimbulkan pesimisme dan melontarkan tuduhan terhadap Republik Islam Iran. Tujuan akhirnya adalah menciptakan perpecahan antara Iran dan negara-negara tetangganya, sehingga melemahkan tindakan pertahanan yang sah dan legal dari angkatan bersenjata Iran,” tegas Zolfaghari dalam pernyataan resmi, Minggu (15/3/2026).

Situasi di lapangan semakin memanas seiring dengan meluasnya dampak perang antara blok AS-Israel melawan Iran. Kabar terbaru menyebutkan Bandara Internasional Dubai di Uni Emirat Arab baru saja dihantam serangan drone misterius.

Hingga Senin pagi (16/3/2026), asal-usul pesawat nirawak yang menyerang fasilitas transportasi vital tersebut masih belum teridentifikasi. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Jaksel segel lapangan padel tak berizin di Jagakarsa
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Purbaya Utak-atik Anggaran, Pemerintah Siapkan Skenario Efisiensi
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Gramedia Gelar Ramadan Berkah Market, Sinar Mas Serahkan Wakaf 600 Al-Qur’an
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Emiten Nikel Central Omega (DKFT) Raup Lonjakan Laba Bersih Jadi Rp574,39 Miliar pada 2025
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Nassar Gelar Konser di Malam Ramadhan Bikin Heboh, Penonton Sampai Membludak
• 23 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.