Dermatolog: Hati-hati, Tester Makeup Bisa Menularkan Penyakit

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah ritel kecantikan biasanya menyediakan tester makeup untuk dicoba oleh pelanggan. Hal ini bertujuan agar seseorang tidak salah shade saat membeli produk kecantikan seperti lipstik, alas bedak, atau eyeshadow.

Namun, di balik tujuan baik itu ada hal yang perlu diwaspadai. Menurut dermatolog, dr. Amanda Nandi Wardani, BMedSc(Hons), Sp.DVE, produk tester makeup di ritel kecantikan bisa menjadi tempat berkumpulnya berbagai mikroorganisme yang berpotensi berpindah ke kulit orang yang mencobanya.

“Produk tester makeup di toko biasanya digunakan oleh banyak orang secara bergantian. Setiap kali produk menyentuh kulit, bibir, atau mata seseorang, bakteri, virus, dan jamur dari kulit bisa berpindah ke produk tersebut,” jelasnya kepada kumparanWOMAN.

Ia menambahkan, beberapa jenis mikroorganisme yang kerap ditemukan pada tester makeup antara lain bakteri Staphylococcus dan jamur Candida yang dapat mengakibatkan infeksi kulit. Serta punya peluang penularan virus herpes simpleks.

Produk Tester Makeup yang Perlu Diwaspadai

Produk pertama yang perlu diwaspadai adalah lipstik. Menurut dr. Amanda, kosmetik ini bersentuhan langsung dengan bibir sehingga ada kemungkinan penularan virus herpes.

“Selain lipstik, produk area mata seperti maskara dan eyeliner perlu diwaspadai. Sebab aplikator dalam tabung maskara merupakan lingkungan yg lembab dan berisiko menyebabkan bakteri lebih mudah berkembang,” jelasnya.

Selanjutnya, produk dalam kemasan jar seperti alas bedak juga dapat menjadi media perpindahan bakteri. Hal ini karena produk tersebut sering disentuh oleh banyak orang, sehingga berpotensi menimbulkan cross-contamination dan meningkatkan risiko jerawat hingga infeksi kulit.

“Risiko penggunaan tester makeup pada kulit antara lain jerawat meradang, folikulitis, pioderma (infeksi kulit), hingga dermatitis. Sementara itu pada bibir, ada kemungkinan tertular herpes simpleks atau infeksi jamur. Terakhir, pada area mata dapat memicu munculnya bintitan,” jelasnya.

Bagaimana Cara Mengurangi Risiko saat Mencoba Tester Makeup?

Bagaimana pun, tester makeup sering kali dibutuhkan saat seseorang ingin membeli produk kecantikan. Karena itu, dr. Amanda menyarankan agar produk dicoba di punggung tangan atau pergelangan tangan, bukan langsung di wajah atau bibir.

“Gunakan aplikator sekali pakai dan hindari produk cair yang aplikatornya dicelup ulang, seperti maskara dan lipstik,” pungkasnya.

Terakhir, jika ada produk tester yang terlihat kotor, berbau aneh, atau teksturnya berubah, sebaiknya jangan mencobanya. Jadi, kamu perlu lebih bijak lagi saat mencoba tester makeup, Ladies.

Baca juga: Tak Boleh Dilewatkan, Ini pentingnya Micellar Water saat Membersihkan Wajah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ritel Lokal Ini Kembangkan Tiga Gerai di DIY, Buka Peluang Kemitraan
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ini Bukti Transfer Pemerasan oleh Dirresnarkoba Polda NTT 
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Pramono Targetkan RDF Rorotan Olah Sampah 1.000 Ton Per Hari, Kurangi Beban Bantargebang
• 5 jam laludisway.id
thumb
Prabowo Optimistis MBG Dongkrak Ekonomi Akar Rumput di Tengah Krisis Global
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Profil Simon Grayson, Asisten Pelatih Baru Timnas Indonesia
• 2 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.