JAKARTA, DISWAY.ID -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan fasilitas pengolahan sampah RDF Rorotan mampu memproses hingga 1.000 ton sampah per hari.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban di TPST Bantargebang yang selama ini menjadi tempat pembuangan akhir utama sampah Jakarta.
Target tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencegah terulangnya insiden longsoran gunungan sampah di Bantargebang yang terjadi pada 8 Maret 2026 akibat kondisi tempat pembuangan yang sudah kelebihan kapasitas.
BACA JUGA:Perluas Program Bedah Rumah, Pramono Tergetkan 633 Hunian di Jakarta Direnovasi di 2026
BACA JUGA:Jadwal Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 16 Maret 2026, Jelang Lebaran Aturan Makin Ketat
Saat ini kata Pramono, operasional RDF Rorotan masih dioperasikan secara bertahap sekitar 700-800 ton per hari.
"Kita menargetkan untuk sekarang ini 1.000 ton," kata Pramono pada Senin, 16 Maret 2026.
Pramono pun terus memantau perkembangan operasional RDF Rorotan yang berlokasi di Kecamatan Cilincing.
Pramono menginginkan persoalan bau yang selama ini dikeluhkan masyarakat yang tinggal di sekitar RDF Rorotan dapat tertangani sebelum dioperasikan secara penuh.
"Karena bagaimanapun bagi saya yang paling utama adalah masyarakat bisa menerima itu," tegas Pramono.
BACA JUGA:Intip Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 16 Maret 2026, Cek Lokasinya!
BACA JUGA:Ingin Dongkrak PAD 2026, DPRD Kota Bekasi Awasi Penyertaan Modal BUMD
Sebelumnya Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin meminta agar operasional RDF Rorotan dioptimalkan menyusul gunungan sampah di TPST Bantargebang mengalami longsor.
Menurutnya, Jakarta memproduksi sekitar 8.700 ton sampah setiap hari jika tidak disiapkan solusi permanen, maka risiko seperti longsor di Bantargebang bisa terus berulang.
"Karena itu pemerintah telah menganggarkan dana triliunan rupiah untuk pembangunan fasilitas RDF agar pengolahan sampah Jakarta berjalan maksimal, aman bagi lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Khoirudin dalam keterangannya.
- 1
- 2
- »




