Ketua Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Perumahan Hashim Djojohadikusumo bercerita soal dirinya yang dikomplain Presiden Prabowo Subianto terkait lambatnya realisasi program pembangunan perumahan.
Hashim mengatakan, pertanyaan tersebut disampaikan Prabowo ketika keduanya bertemu dan membahas program pembangunan 3 juta rumah.
"Saya terus terang saja beberapa minggu lalu saya ketemu Presiden bicara mengenai program ini, program ini. Presiden tanya, 'Kenapa kok program perumahan agak lambat?' Kesannya lambat, kesan di pemikiran Presiden," kata Hashim saat menghadiri acara Pencanangan Pembangunan Hunian untuk Mendukung Program 3 Juta Rumah di kawasan Manggarai, Jakarta, Senin (16/3).
Menurut Hashim, salah satu kendala yang dihadapi dalam menjalankan program tersebut berkaitan dengan birokrasi.
Ia menjelaskan Kementerian Perumahan merupakan kementerian baru yang dibentuk pada masa pemerintahan Prabowo sehingga masih menghadapi sejumlah penyesuaian.
"Saya jelaskan terus terang saja, ada masalah birokrasi, Kementerian Perumahan kan kementerian baru, baru satu tahun, dan sebagainya, dan sebagainya," ucap dia.
Hashim menambahkan, Prabowo menginginkan agar program pembangunan perumahan dapat segera berjalan lebih cepat.
Salah satu upaya yang dilakukan saat ini adalah dengan membangun hunian vertikal di kawasan yang terhubung dengan transportasi publik, termasuk di sekitar Stasiun Manggarai.
"Tapi sebetulnya Presiden ingin ini cepat," ujar Hashim.





