Pemimpin Gereja Katolik Paus Leo XIV menyerukan gencatan senjata segera di Timur Tengah saat perang antara Israel dan Iran memasuki pekan ketiga.
Seruan itu disampaikan dalam doa Angelus mingguan di St. Peter's Square, Vatikan, pada Minggu (15/3). Ia menyoroti penderitaan warga sipil akibat konflik yang terus meluas di kawasan Timur Tengah.
“Selama dua minggu terakhir, masyarakat di Timur Tengah telah menderita akibat kekerasan perang yang mengerikan,” kata Paus Leo.
Ia kemudian menyerukan penghentian perang secara langsung.
“Atas nama umat Kristiani di Timur Tengah dan semua orang yang berkehendak baik, saya memohon kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab atas konflik ini: gencatan senjata!,” ujarnya, dilansir Reuters.
Paus Leo juga menyinggung situasi di Lebanon, yang dilanda konflik antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah yang didukung Iran.
“Saya berharap ada jalur dialog yang dapat membantu otoritas Lebanon menemukan solusi jangka panjang bagi krisis serius yang sedang terjadi demi kebaikan seluruh rakyat Lebanon,” katanya.
Dalam khotbah di sebuah gereja di Roma setelah doa Angelus, Paus Leo menegaskan perang tidak pernah menjadi solusi bagi perselisihan.
“Banyak saudara-saudari kita di dunia menderita karena konflik kekerasan yang dipicu oleh anggapan keliru bahwa masalah dapat diselesaikan dengan perang. Padahal yang dibutuhkan adalah dialog tanpa henti untuk mencapai perdamaian,” kata Paus.
Ia juga mengecam pihak-pihak yang menggunakan agama untuk membenarkan kekerasan.
“Ada yang bahkan menggunakan nama Tuhan untuk membenarkan pilihan yang membawa kematian. Padahal Tuhan tidak berpihak pada kegelapan, melainkan selalu membawa cahaya, harapan, dan perdamaian bagi umat manusia,” pungkasnya.





