Wali Kota Bandung Hentikan Pembangunan Halte BRT, Ini Penyebabnya

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BANDUNG - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menghentikan sementara izin proyek pembangunan halte Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah titik trotoar ruas jalan di Kota Bandung.

Dia menilai proses pembangunan tidak berjalan dengan baik.

BACA JUGA: Terminal Cicaheum Mau Diubah Jadi Depo BRT, Warga Pasang Badan

Sejumlah trotoar jalan di sejumlah ruas seperti Jalan Wastukencana, terlihat rusak dibongkar dan dipasang garis pembatas. Namun, belum terdapat pengerjaan pembangunan halte di lokasi itu.

"Kami minta BRT distop dulu karena hasil pengerjaannya sudah kami review, itu jelek sekali merusak, itu yang di jalan Dago, Riau, Merdeka. Itu lagi kami minta perbaiki dan daerah Wastukencana," kata Farhan, Senin (16/3).

BACA JUGA: Zakat, Penyuci Harta Abadi dan Penolong di Hari Kiamat

Dia menuturkan pihaknya meminta pelaksana proyek untuk memperbaiki sejumlah trotoar yang rusak.

Farhan menyebut penghentian sementara izin kontruksi dilakukan karena dikhawatirkan menciptakan konflik di masyarakat.

BACA JUGA: Dedi Mulyadi Minta Pelaku Penganiayaan Pelajar SMAN 5 Bandung Dihukum Setimpal

"Kami minta perbaiki dulu, jadi izin konstruksinya sementara kami tahan dulu. Karena saya gak kebayang kalau sampai masuk ke daerah yang padat wilayahnya, wah bentrok dengan warganya nanti. Ini tujuannya untuk memitigasi," ungkap dia.

Selain itu, dia pun menyoroti galian proyek yang masih ada di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung.

Dan ditemukan galian, mulai dari yang ilegal dan perbaikan. Bahkan, galian di Jalan Gatot Soebroto yang membuat kemacetan pun sudah ditutup.

"Saya menemukan beberapa galian masih ada. Ternyata galiannya itu macam-macam. Ada galian ilegal, ada juga galian perbaikan. Nah, ini padahal saya sudah bilang tidak boleh ada galian. Maka tadi pagi ada satu galian yang di Gatot Subroto, kami tutup dulu," pungkasnya.

Dia menegaskan tidak boleh ada galian yang dikerjakan terlebih dahulu.(mcr27/jpnn)


Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Jerman berdonasi dukung penyintas bencana Padang rayakan Lebaran
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Tim Advokasi untuk Demokrasi Desak Prabowo Bentuk Tim Investigasi Independen Usut Kasus Andrie Yunus
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Terungkapnya Penjualan Obat Keras Berkedok Toko Pulsa-Sembako di Depok-Jaksel
• 13 jam laludetik.com
thumb
Mudik Mulai Bergerak: 42 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta via MBZ, Malam Hari Paling Ramai
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Terpopuler: Suzuki Legendaris Jadi Street Fighter, MPV Keluarga Terlaris, Motor Listrik India Masuk RI
• 12 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.