FAJAR, DUBAI – Perayaan Idulfitri 2026 diperkirakan akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 di Uni Emirat Arab (UEA), sesuai dengan prediksi awal. Hal ini juga selaras dengan penetapan Muhammadiyah di Indonesia, yang sudah lebih dulu menetapkan tanggal tersebut.
Meskipun demikian, tanggal resmi perayaan tetap bergantung pada pengamatan hilal, yang biasanya dilakukan menjelang akhir Ramadan.
Hari Raya Idulfitri yang dikenal di UEA sebagai Eid al-Fitr ini akan mengakhiri bulan suci Ramadan, dengan pemerintah UEA telah mengumumkan tanggal libur resmi bagi pegawai sektor publik dan swasta. Libur di sektor publik akan dimulai pada 19 Maret dan berakhir pada 22 Maret, sementara sektor swasta libur dari 19 hingga 21 Maret 2026.
Menurut Ibrahim Al Jarwan, Ketua Masyarakat Astronomi Emirat, bulan sabit yang menandakan dimulainya bulan Syawal diperkirakan akan terlihat pada pukul 05.23 pagi waktu setempat pada Kamis, 19 Maret, yang menandakan bahwa Idulfitri akan dilaksanakan pada Jumat, 20 Maret.
“Bulan sabit baru ini akan menandai dimulainya bulan Syawal, dan kami memperkirakan Idulfitri akan jatuh pada 20 Maret,” jelasnya seperti dilansir Morocco News, Senin (16/3/2026).
Malaysia juga diperkirakan akan merayakan Hari Raya Aidilfitri pada tanggal yang sama, dengan pengumuman resmi tentang penetapan Idulfitri akan dilakukan pada 19 Maret 2026. Otoritas Malaysia akan memastikan hasil pengamatan hilal yang menjadi dasar pengumuman resmi tersebut.
Meskipun perayaan Idulfitri di kota-kota besar seperti Dubai dan Abu Dhabi biasanya dimeriahkan dengan berbagai acara publik dan pertunjukan kembang api, beberapa kegiatan tahun ini terpaksa dibatalkan.
Keputusan tersebut diambil menyusul situasi keamanan regional yang mempengaruhi stabilitas di kawasan tersebut, meskipun perayaan tetap akan berlangsung dengan penuh kegembiraan.
Penetapan yang serupa antara UEA dan Muhammadiyah Indonesia mengindikasikan adanya keselarasan dalam penetapan Idulfitri, yang mungkin menandakan semakin meluasnya standar astronomi dalam perhitungan awal bulan.
Hal ini juga membuka peluang bagi kerjasama lebih erat antar negara-negara Muslim dalam hal penentuan hari besar umat Islam, seperti Idulfitri. (*)





