Kerja Sama Energi Indo-Pasifik Dinilai Penting di Tengah Ketidakpastian Global

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Diplomasi energi Indonesia di kawasan Indo-Pasifik dinilai semakin penting di tengah ketidakpastian pasokan energi global. Seruan penguatan kolaborasi antarnegara disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business (IPEM) di Tokyo, Jepang, Ahad (15/3/2026).

Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar Abdul Rahman menilai, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem energi kawasan.

Baca Juga
  • Kilang Balongan Beroperasi Optimal, Dirjen Migas Pastikan BBM Aman Selama Lebaran
  • Mudik Lebaran 2026, Pertamina Patra Niaga Jamin Pasokan BBM Aman
  • Stok BBM Aman, Pertamina Minta Warga Tidak Panic Buying

“Kami mendukung penuh langkah Menteri Bahlil. Kerja sama dan sinergi ini akan sangat penting dalam memperkuat posisi masing-masing negara dalam mewujudkan kemandirian energi,” kata Abdul Rahman melalui keterangannya, Senin (16/3/2026).

Abdul Rahman mengatakan, kolaborasi di sektor energi yang mencakup rantai pasok dari hulu hingga hilir dapat membantu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi di kawasan Indo-Pasifik.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut Abdul Rahman, Indonesia memiliki sejumlah modal untuk memainkan peran lebih besar dalam ekosistem energi kawasan, mulai dari kekayaan sumber daya alam, kapasitas industri, hingga peluang pengembangan energi baru dan terbarukan.

Ia menilai penguatan kerja sama lintas negara juga berpotensi memperkuat rantai pasok energi nasional sekaligus membuka peluang investasi dan transfer teknologi.

“Langkah yang ditempuh Menteri Bahlil ini bukan hanya soal kerja sama energi semata, tetapi juga tentang memperkuat posisi strategis Indonesia dalam peta energi kawasan. Jika kolaborasi ini terus diperkuat, Indonesia dapat menjadi salah satu pusat kekuatan energi di Indo-Pasifik,” kata Abdul Rahman.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pembatalan RPerppu Pemberantasan Tindak Pidana Ekonomi
• 14 jam lalusuara.com
thumb
Dari Munir hingga Andrie Yunus, Ini Deretan Teror terhadap Aktivis di Indonesia
• 9 jam lalusuara.com
thumb
H-6 Lebaran 2026, Lalu Lintas di Tol Cipali Naik hingga 80 Persen
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rupiah Hari ini 16 Maret 2026 Ditutup Terkoreksi 39 Poin
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Revolusi di Piala Dunia 2026: Lenovo Perkuat RefCam dengan Teknologi AI Stabilizer
• 16 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.