Hadapi Gejolak Timur Tengah, Pupuk Indonesia Perkuat Diversifikasi Bahan Baku

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat strategi diversifikasi sumber bahan baku untuk menjaga stabilitas pasokan pupuk nasional di tengah gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan rantai pasok global sekaligus memastikan kebutuhan pupuk bagi petani tetap terpenuhi.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, menjelaskan beberapa bahan baku pupuk memang tidak tersedia secara alami di Indonesia, seperti fosfat (P) dan kalium (K) yang menjadi komponen penting dalam produksi pupuk NPK.

Saat ini Pupuk Indonesia memperoleh pasokan fosfat (P) dari negara-negara di kawasan Afrika Utara, seperti Maroko, Tunisia, dan Aljazair. Sementara itu, pasokan kalium (K) diperoleh dari Kanada dan Laos yang berada di luar wilayah konflik Timur Tengah, sehingga risiko gangguan pasokan dapat diminimalkan.

Bahan baku pupuk yang berpotensi terdampak langsung oleh eskalasi konflik di Timur Tengah adalah sulfur (S). Bahan ini digunakan untuk memproduksi asam sulfat yang menjadi komponen pendukung dalam pembuatan pupuk NPK.

"Saat ini sebagian pasokan sulfur memang diperoleh dari negara-negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab (UAE), Qatar, dan Kuwait," katanya dalam keterangan resmi, Senin (16/3).

Meski demikian, potensi gangguan pasokan dinilai masih dapat dimitigasi. Sulfur juga dapat diperoleh dari negara lain seperti Kanada dan Kazakhstan. Selain itu, sebagian kebutuhan asam sulfat juga dapat dipenuhi dari sumber domestik.

"Dengan diversifikasi sumber bahan baku tersebut, Pupuk Indonesia memastikan proses produksi tetap berjalan optimal sehingga ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga," terangnya.

Selain diversifikasi, perusahaan juga memperkuat manajemen stok bahan baku dengan menjaga ketersediaan fosfat, kalium, sulfur, maupun asam sulfat pada tingkat yang memadai untuk mendukung produksi. Langkah ini juga menjadi upaya antisipatif terhadap potensi kenaikan biaya logistik seiring meningkatnya harga minyak dunia.

Pastikan Pasokan Pupuk Petani Aman

Pupuk Indonesia juga memastikan pasokan pupuk nasional tetap aman. Sebagai produsen pupuk terbesar ketujuh di dunia, Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi dan cadangan stok bahan baku yang memadai untuk menjaga keberlanjutan pasokan pupuk bagi petani.

Saat ini kapasitas produksi Pupuk Indonesia Grup mencapai 14,8 juta ton per tahun untuk berbagai jenis pupuk. Khusus untuk pupuk urea, kapasitas produksi bahkan mampu memenuhi seluruh kebutuhan domestik.

“Pupuk Indonesia berkomitmen menjalankan mandat pemerintah untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani. Di tengah dinamika geopolitik yang terjadi, kami memastikan pasokan pupuk nasional tetap aman sehingga petani dapat terus menanam, tanpa perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk,” terangnya.

Secara fundamental, produksi urea nasional juga memiliki tingkat kemandirian yang terjaga karena bahan baku utamanya berupa gas bumi dapat dipenuhi dari domestik dengan pasokan dan harga yang telah diatur pemerintah. Dengan demikian, meskipun terjadi eskalasi konflik di Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur distribusi penting urea global, kondisi tersebut tidak berdampak langsung terhadap pasokan pupuk urea nasional.

“Pupuk Indonesia merupakan produsen urea terbesar di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Dengan kapasitas produksi yang kuat tersebut, kami memiliki kemampuan untuk menjaga pasokan pupuk tetap optimal bagi petani Indonesia,” kata Yehezkiel.

Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan efisiensi energi dan optimalisasi penggunaan bahan baku melalui program revitalisasi industri yang didukung Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025. Program tersebut mencakup pembangunan pabrik baru serta peremajaan tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan.

Program revitalisasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan kapasitas produksi sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku. Didukung kapasitas produksi yang kuat, diversifikasi sumber bahan baku, manajemen stok, serta program revitalisasi, Pupuk Indonesia optimistis dapat menjaga stabilitas pasokan pupuk nasional.

“Fokus utama kami tetap memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi dengan optimal,” terang Yehezkiel.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Penemuan Jasad Wanita di dalam Boks Kontainer di Medan, Polisi Berhasil Ringkus Pelaku Pembunuhan
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Ngeri! 2 Perempuan Boncengan Motor Tewas Masuk Kolong Truk Tronton di Jombang
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Ditanya Doa untuk Nikita Mirzani, Fitri Salhuteru Beri Jawaban Menohok: Gak Ada, Dia Bisa Berdoa Sendiri!
• 15 jam lalugrid.id
thumb
BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS dan DMI Kota Malang Kolaborasi Perlindungan Pekerja Masjid
• 14 jam lalurealita.co
thumb
Aprilia Wajib Waspada, Ducati Bisa Bangkit di MotoGP Brasil 2026: Marc Marquez Jadi Pahlawan Lagi?
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.