- Pertemuan Zohran dengan pemimpin komunitas Yahudi Ortodoks seperti dikutip dari NY Post, Senin (16/3), hanya berlangsung sekitar 15 hingga 20 menit.
- Zohran beberapa waktu lalu banyak mendapat apresiasi dari publik Indonesia setelah terpilih menjadi wali kota muslim pertama di New York.
- Sumber lain menyebut organisasi Yahudi arus utama seperti Anti-Defamation League dan American Jewish Committee tidak diundang.
Suara.com - Wali Kota New York Zohran Mamdani jadi pusat kontroversial setelah bertemu sejumlah pemimpin komunitas Yahudi di tengah meningkatnya kritik terkait sikapnya terhadap serangan AS-Israel ke Iran.
Zohran beberapa waktu lalu banyak mendapat apresiasi dari publik Indonesia setelah terpilih menjadi wali kota muslim pertama di New York.
Pertemuan Zohran dengan pemimpin komunitas Yahudi Ortodoks seperti dikutip dari NY Post, Senin (16/3), hanya berlangsung sekitar 15 hingga 20 menit.
Beberapa tokoh bahkan menolak hadir karena menilai agenda tersebut sekadar kesempatan berfoto tanpa pembahasan mendalam.
Salah satu yang dipastikan hadir adalah Rabbi Moshe Indig, tokoh komunitas Satmar di Brooklyn yang sebelumnya mendukung Mamdani saat pemilihan wali kota.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti topik yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
Sumber lain menyebut organisasi Yahudi arus utama seperti Anti-Defamation League dan American Jewish Committee tidak diundang.
Ketidakhadiran kelompok besar itu memicu kritik bahwa pertemuan tidak mewakili suara mayoritas komunitas Yahudi di New York.
Hubungan Mamdani dengan sebagian komunitas Yahudi memanas sejak kampanye pemilihan wali kota karena pandangannya yang dianggap terlalu keras terhadap Israel.
Baca Juga: Pemerintah Akan Kenakan Pajak Tambahan untuk Perusahaan yang Untung Berlipat Akibat Konflik di Teluk
Kontroversi kembali muncul setelah ia menerima aktivis pro-Palestina dalam acara Ramadan di kediaman resmi wali kota.
Sorotan juga tertuju pada istrinya, Rama Duwaji, yang dikritik setelah diketahui menyukai unggahan media sosial terkait serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Kelompok advokasi menilai sikap tersebut memperburuk ketegangan di tengah meningkatnya kekhawatiran soal antisemitisme.
Pihak pemerintah kota belum memberikan komentar rinci mengenai tujuan pertemuan tersebut.
Sementara itu, aparat keamanan New York dilaporkan meningkatkan penjagaan di sejumlah lokasi sensitif, termasuk sinagoga, seiring memanasnya situasi internasional.
Kontributor: M.Faqih



