Jejak 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kumpul di Gambir, Berpencar ke Pancoran-Bogor

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pergerakan empat pria yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, terekam 86 kamera CCTV.

Total terdapat 2.610 rekaman video dengan durasi keseluruhan mencapai 10.320 menit yang merekam pergerakan para terduga pelaku.

Berdasarkan rekaman CCTV, para pelaku pertama kali terlihat berkumpul di depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, setelah datang dari arah Jakarta Selatan pada Kamis (12/3/2026) sore.

Baca juga: Polisi Masih Selidiki Pelat Nomor Motor Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Dengan menggunakan dua sepeda motor, mereka kemudian bergerak menuju kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin mengatakan, para pelaku sempat mengitari kawasan Monumen Nasional (Monas) sebelum menuju ke arah kantor YLBHI.

Di lokasi tersebut, mereka diduga menunggu hingga Andrie keluar setelah menghadiri sebuah acara pada malam hari.

“Terpantau berdasarkan hasil analisa rekaman CCTV dari sejumlah titik di wilayah Jakarta, para terduga pelaku telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian,” kata Iman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).

Setelah itu, para pelaku mengikuti Andrie yang bergerak menuju SPBU Cikini untuk mengisi bahan bakar. Saat itu, Andrie sempat berputar melewati Jalan Borobudur, lalu berbelok kanan ke Jalan Proklamasi.

Alih-alih mengambil jalur kiri di Jalan Pegangsaan Barat, Andrie justru memilih jalur kanan di Jalan Pegangsaan Timur untuk menuju SPBU.

Ketika Andrie mengisi bahan bakar, para terduga pelaku terlihat menunggu di sebuah restoran cepat saji yang berada sekitar satu bangunan dari lokasi SPBU tersebut.

“Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor, menunggu korban di depan KFC Cikini,” jelas Iman.

Setelah selesai mengisi bensin, Andrie melanjutkan perjalanan dan kembali melintasi kantor YLBHI. Pergerakannya kemudian diikuti oleh para pelaku.

Baca juga: Kasus Pelecehan Seksual yang Sempat Diduga Melibatkan Dosen Unpam Berakhir Damai

Salah satu sepeda motor pelaku terlihat memutar arah di dekat Jembatan Talang I sebelum akhirnya melancarkan aksinya dengan menyiramkan cairan yang diduga air keras saat Andrie melintas.

Setelah Andrie menepi, para pelaku langsung melarikan diri. Wadah yang digunakan untuk membawa cairan tersebut ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian bersama sebuah helm yang diduga milik salah satu pelaku.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Rekaman CCTV kemudian menunjukkan bahwa dua sepeda motor pelaku berpisah arah. Satu sepeda motor berbelok menuju kawasan Senen melalui Jalan Kramat Raya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mudik 2026: Diskon Tol 30 Persen Berlaku di Sejumlah Ruas Trans Sumatera
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Sidang Isbat Hingga Tiba-Tiba Kuis, Deretan Program Lebaran Penuh Cinta SCTV
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Ketentuan WFA saat Libur Nyepi dan Idulfitri 2026 dari Kemnaker
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi Periksa 7 Saksi Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Polda Sultra Petakan Titik Rawan Jalur Mudik Lebaran 2026
• 9 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.