jpnn.com, JAKARTA - Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyebut foto yang beredar di media sosial dan diduga sebagai penyiram air keras Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus berstatus palsu.
"Kami pastikan bahwa itu hoaks atau tidak benar," kata Iman dalam konferensi pers di kantor Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Senin (16/3).
BACA JUGA: Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, DPR Buat 6 Kesimpulan
Iman mengatakan foto yang tersebar di media sosial hasil olah digital melalui Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
"Itu hasil rekayasa dari Artificial Intelligence," lanjut dia.
BACA JUGA: Polisi: Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS Berjumlah 4 Orang
Hasil penyelidikan kepolisian, foto disebar oleh terduga pelaku akibat panik video penyiraman tersebar di media sosial.
Dari situ, ujar Iman, pelaku bersama jaringan berusaha mengaburkan proses hukum yang sedang berjalan.
BACA JUGA: Usut Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Polri Harus Berikan Kinerja Terbaik
Caranya, kata dia, pelaku atau jaringan menyebarkan foto atau sketsa hasil rekayasa AI di jagat maya.
"Kami duga itu salah satu upaya yang dilakukan oleh jaringan dan pelaku itu sendiri untuk mengaburkan informasi, untuk mengaburkan arah, untuk mengaburkan fakta-fakta hukum yang diperoleh,” ujar dia.
Polda Metro Jaya sebelumnya mengamankan 86 rekaman hasil kamera pengintai atau CCTV demi mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
Iman mengatakan polisi mengamankan rekaman 27 titik CCTV milik Diskominfo Jakarta dari total 86 rekaman kamera pengintai yang disita.
Sebanyak delapan di antaranya titik CCTV milik Dinas Perhubungan Jakarta, dan 44 titik CCTV milik warga, termasuk diamankan dari rumah dan perkantoran masyarakat.
”Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisa, ada 2.610 gambar dalam bentuk video dengan durasi 10.320 menit," kata Iman.
Dia mengatakan polisi membutuhkan waktu untuk menangkap terduga pelaku penyiram air keras melalui pergerakan di CCTV.
"Kami membutuhkan waktu cukup (lama), beberapa hari ini, dalam analisa digital terhadap video rekaman CCTV yang ada di sepanjang jalur yang dilintasi oleh pelaku,” ujarnya.
Mengacu rekaman CCTV, polisi menduga Andrie dibuntuti empat orang sebelum terjadi aksi penyiraman air keras.
Misalnya, Iman menyatakan bahwa para pelaku membuntuti Andrie saat mengisi BBM di SPBU Cikini sekitar pukul 23.32 WIB-23.35 WIB.
”Kejadian pada pukul 23.37 WIB, hari Kamis tanggal 12 Maret 2026 di Jalan Salemba I, persimpangan Jalan Talang, wilayah Jakarta Pusat, di sana tempat kejadian perkara,” ujar dia. (ast/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan




