MENTERI Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi melakukan peninjauan langsung di Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk memastikan implementasi kebijakan stimulus pemerintah terkait harga tiket pesawat selama masa angkutan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Dalam kunjungannya, Selasa (1703), Menhub berinteraksi langsung dengan para penumpang untuk mengetahui efektivitas potongan harga yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan hasil pantauannya, kebijakan tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Baca juga : Airnav: Trafik Penerbangan Periode Lebaran 2023 Naik 20 Persen
"Kami melihat pelaksanaan arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta sekaligus bertanya ke beberapa penumpang kira-kira kebijakan Presiden Prabowo terkait stimulus pada tarif tiket sampai sejauh mana bisa dirasakan masyarakat," ujar Menhub Dudy.
Rincian Potongan HargaMenhub menjelaskan bahwa pemerintah memberikan stimulus melalui berbagai sektor, termasuk penanggungan pajak pembelian, biaya avtur, hingga biaya tambahan lainnya (surcharge). Upaya ini secara otomatis menurunkan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi.
Awalnya, pemerintah memperkirakan masyarakat akan mendapatkan diskon di kisaran 17% hingga 18%. Namun, dalam praktik di lapangan, potongan harga yang dinikmati masyarakat ternyata bisa lebih besar.
Baca juga : Jumlah Pemudik di Bandara Soetta Tembus 164.575 Orang Hari Ini
"Jika disesuaikan dengan kebijakan pemerintah yang menanggung pajak pembelian, penggunaan avtur, ada surcharge, dan lainnya perkiraan masyarakat bisa menikmati potongan harga sekitar 17% hingga 18%," ungkapnya.
Menhub menambahkan, "Namun dalam pelaksanaannya yang saya lihat masyarakat bisa menikmati ada yang sampai 20%, Alhamdulillah berarti bisa lebih besar diskonnya."
Revitalisasi Terminal 1CSelain memantau harga tiket, Menhub Dudy turut memberikan apresiasi terhadap wajah baru Terminal 1C Bandara Soetta yang telah selesai direvitalisasi sejak November 2025.
Ia memuji konsep desain yang memadukan modernitas dengan kekayaan budaya lokal.
"Pelayanannya sudah bagus, persiapan sarana dan fasilitas yang diberikan juga sudah cukup memberi kenyamanan bagi penumpang," kata Menhub.
Ia menyoroti penggunaan ornamen anyaman rotan yang memberikan kesan modern namun tetap berwibawa dan kental dengan identitas Indonesia.
Prediksi Puncak Arus MudikDi sisi operasional, General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menyatakan bahwa pergerakan penumpang terus menunjukkan tren peningkatan. Seluruh unsur operasional bandara telah disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan pengguna jasa.
"Kami melihat pergerakan penumpang masih akan terus meningkat sampai nanti puncak arus mudik pada 18 Maret 2026," ucap Heru.
Pihak pengelola bandara juga mengimbau para pemudik untuk tetap waspada terhadap faktor eksternal, terutama cuaca ekstrem.
"Kami mengimbau pengguna jasa untuk selalu memperhatikan informasi penerbangan dari maskapai, mengantisipasi potensi perubahan jadwal akibat cuaca ekstrem, serta menyiapkan waktu perjalanan yang lebih fleksibel," tutupnya. (Ant/Z-1)





