Jepang Lepas 80 Juta Barel Cadangan Minyak

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jepang mulai melepaskan minyak dari cadangan nasionalnya pada Senin (16/3/2026).

Jepang Lepas 80 Juta Barel Cadangan Minyak. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Jepang mulai melepaskan minyak dari cadangan nasionalnya pada Senin (16/3/2026).

Dilansir dari Xinhua, langkah ini bertujuan untuk menstabilkan pasokan minyak di tengah perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Baca Juga:
Bursa Asia Melemah di Awal Pekan, Perang Iran Dorong Harga Minyak Bergejolak

Pada tahap awal, pemerintah memerintahkan sektor swasta untuk melepaskan sebagian cadangan minyak mereka. Jumlahnya setara dengan konsumsi selama 15 hari.

Para pedagang minyak dan perusahaan terkait di Jepang diwajibkan untuk menyimpan cadangan yang setara dengan konsumsi selama 70 hari.

Baca Juga:
Harga Minyak Berpotensi Lanjut Naik, Analis Soroti Risiko Penutupan Selat Hormuz

Pada fase selanjutnya, pemerintah akan melepaskan cadangan minyak milik negara yang setara dengan konsumsi selama satu bulan.

Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri mengatakan bahwa jumlah kapal tanker yang tiba di Jepang dapat turun tajam mulai pekan ini karena blokade de facto Selat Hormuz.

Baca Juga:
Mengintip Prospek Emiten Ritel Jelang Lebaran, Risiko Datang dari Harga Minyak

Pekan lalu, negara-negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) sepakat untuk melepaskan sejumlah besar minyak dari cadangan darurat mereka secara terkoordinasi.

Pekan lalu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan rencana untuk melepaskan sekitar 80 juta barel minyak, pelepasan terbesar yang pernah ada. 

Jumlah tersebut setara dengan konsumsi domestik selama 45 hari dan 1,8 kali lipat volume yang dilepaskan setelah gempa bumi dan tsunami dahsyat yang mengguncang Jepang timur laut pada 2011.

Ini menandai ketujuh kalinya Jepang menggunakan cadangan minyaknya sejak sistem tersebut diperkenalkan pada 1970-an.  Hingga akhir 2025, Jepang memiliki cadangan minyak yang setara dengan kebutuhan domestik selama 254 hari.

Jepang bergantung pada Timur Tengah untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya, sehingga sangat rentan terhadap penutupan Selat Hormuz setelah pecahnya konflik di Timur Tengah pada akhir Februari. Gangguan ini telah menyebabkan kenaikan tajam harga minyak mentah di negara tersebut. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Unggah Video di Medsos, Netanyahu Ejek Rumor soal Kematiannya
• 11 jam laludetik.com
thumb
PN Jakpus Cek Lokasi Eksekusi di Hotel Sultan
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Pelni Balikpapan Tambah Kapal Saat Lebaran, Kapasitas Dibatasi 42 Persen
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Ketua Umum HIMALO Anggap Presiden Prabowo Benar-Benar Bela Palestina
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Anomali, KPK Lelang Dua HP Seharga Rp 73.000, Laku Rp 59 Juta
• 15 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.