Sesaknya Tanah Abang Menjelang Lebaran, Dipenuhi Warga "Hunting" Baju Baru

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, dipadati pengunjung yang berburu pakaian dan berbagai perlengkapan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Lonjakan jumlah pembeli membuat sejumlah lorong pasar hingga akses menuju pusat pertokoan dipenuhi kerumunan.

Pantauan Kompas.com di lokasi pada Senin (16/3/2026) menunjukkan lorong-lorong pasar dipadati pembeli yang datang silih berganti.

Banyak pengunjung terlihat membawa kantong belanja besar berisi pakaian, mukena, hingga perlengkapan Lebaran lainnya.

Baca juga: Pilih Belanja di Pasar Tanah Abang meski Berdesakan, Warga: Pilihan Banyak dan Lebih Murah

Keramaian tidak hanya terjadi di dalam pasar. Akses menuju area pertokoan, termasuk jalur Jembatan Penyeberangan Multiguna Tanah Abang dari Stasiun Tanah Abang, juga dipadati pengunjung yang datang untuk berbelanja.

Padatnya arus manusia membuat sebagian orang harus berjalan perlahan mengikuti kerumunan. Di beberapa titik, pengunjung bahkan terpaksa berjalan berdesakan karena arus manusia datang dari berbagai arah.

Harga murah dan pilihan beragam

Meski kondisi pasar terasa sesak, banyak warga tetap memilih berbelanja di Tanah Abang karena harga barang dinilai lebih terjangkau dan pilihannya sangat beragam.

Salah satu pengunjung, Dedi (41), mengaku sudah terbiasa dengan kondisi padat di Tanah Abang menjelang Lebaran. Menurut dia, keramaian tidak menjadi masalah karena harga barang di pasar tersebut relatif lebih murah.

“Memang ramai banget, sampai harus pelan-pelan jalannya. Tapi di sini pilihannya banyak dan harganya lebih murah,” kata Dedi saat ditemui di kawasan pasar, Senin.

Ia mengatakan datang khusus untuk membeli beberapa pakaian Lebaran bagi keluarganya. Dalam sekali berbelanja, ia bisa mendapatkan beberapa potong pakaian dengan harga yang lebih hemat.

“Kalau belinya sekali empat potong pakaian, terus bedanya hampir Rp 50.000 lumayan juga. Empat pakaian bisa nyimpan Rp 200.000,” kata Dedi.

Baca juga: Warga Berdesakan-desakan di Tanah Abang Jelang Lebaran: Takut Tas Disilet Copet

Hal serupa disampaikan pengunjung lainnya, Nirmala (23). Ia menilai Tanah Abang menjadi tujuan utama karena pembeli dapat langsung membandingkan model dan harga dari banyak toko dalam satu tempat.

“Kalau di sini pilihannya lengkap. Mau model apa saja ada. Jadi walaupun ramai, tetap lebih enak belanja di sini,” ujarnya.

Waspadai risiko pencopetan

Di tengah ramainya aktivitas belanja, sebagian pengunjung juga mengaku khawatir menjadi sasaran pencopetan saat harus berdesakan di tengah kerumunan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Nirmala mengaku merasa waswas ketika berjalan di tengah kepadatan pengunjung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga di Gayo Lues bangun rumah dari material sisa bencana
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Milan Tumbang dari Lazio, Absennya Adrien Rabiot Ternyata Jadi Biang Masalah
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Arus Mudik Meningkat, One Way Mulai Diberlakukan Sore Ini, Km 70 Sampai Km 263
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Film Kapal Terbang Angkat Tragedi Woyla 1981, Ada Oka Antara dan Naysilla Mirdad
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Tips Hemat THR dengan Promo Spesial BRI
• 22 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.