IHSG Dibuka Menguat ke Level 7.074, Pelaku Pasar Masih Wait and See Kebijakan Suku Bunga Global

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa pagi dibuka menguat 52,32 poin atau 0,75 persen ke level 7.074,61 di tengah sikap pelaku pasar yang masih menunggu arah kebijakan suku bunga bank sentral global.

Penguatan juga terjadi pada indeks LQ45 yang naik 6,99 poin atau 0,98 persen ke posisi 720,72.

Sentimen Global dan Ketegangan Energi

Pelaku pasar cenderung bersikap wait and see menjelang keputusan bank sentral utama, termasuk The Fed yang dijadwalkan pada 18 Maret.

"Menjelang libur panjang diperkirakan investor cenderung menahan diri di tengah ketidakpastian yang masih tinggi. IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 6.900-7.150," ujar Ratna Lim.

Kebijakan tersebut dinilai menjadi respons awal terhadap eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Kondisi ini turut memicu kenaikan harga minyak mentah global yang menjadi perhatian utama pasar.

Penutupan Selat Hormuz disebut menghambat distribusi energi global dan berpotensi memengaruhi perekonomian dunia.

Amerika Serikat juga berupaya meredakan kekhawatiran pasokan dengan melonggarkan sanksi terhadap minyak Rusia.

Presiden AS Donald Trump bahkan meminta sejumlah negara untuk membantu membuka kembali jalur di Selat Hormuz, meski sebagian negara menunjukkan keengganan untuk terlibat.

Faktor Domestik dan Pergerakan Global

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati potensi dampak kenaikan harga minyak terhadap ekonomi nasional.

Risiko yang diwaspadai antara lain peningkatan inflasi, pelebaran defisit APBN, pelemahan nilai tukar rupiah, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal.

Ia menyatakan pelebaran defisit APBN hanya akan dilakukan dalam kondisi darurat dengan batas maksimal tetap dijaga di angka 3 persen dari produk domestik bruto.

Selain itu, pelaku pasar juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dengan proyeksi suku bunga acuan atau BI Rate tetap di level 4,75 persen.

Pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan meningkat menjadi 10,1 persen secara tahunan.

Dari pasar global, bursa saham Eropa dan Wall Street tercatat menguat pada perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, bursa saham Asia pada pagi hari ini mayoritas bergerak naik, termasuk indeks Nikkei, Hang Seng, Shanghai, dan Strait Times.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Dirikan Posko Mudik BRImo 2026 di Jalur Tol Jawa, Sediakan Layanan Lengkap dan Promo Menarik
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Dispar Makassar dan Poltekpar Monitoring Destinasi Wisata Jelang Libur Lebaran 2026
• 9 jam laluterkini.id
thumb
Waka BGN Suspend 2 SPPG Milik Orang yang Ngaku "Cucu Menteri"
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Rektor Unhas Lantik 23 Pejabat: Dari Tiga Dekan Hingga Kepala UPT Layanan Bahasa
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 17 Maret 2026: Suhu Panas Sentuh 35 Derajat
• 10 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.