PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) mencatatkan lonjakan kinerja yang signifikan sepanjang tahun 2025. Emiten afiliasi Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam ini membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp159,3 miliar.
Angka tersebut melesat 101,19% dibandingkan Rp79,18 miliar pada 2024. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar juga meningkat menjadi Rp27,76 dari Rp13,8.
Kinerja impresif ini ditopang oleh pertumbuhan penjualan dan efisiensi biaya yang berhasil dijaga sepanjang tahun. PGUN mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp792,72 miliar, naik 7,33% dari Rp738,56 miliar pada periode sebelumnya.
Kontribusi terbesar penjualan masih berasal dari minyak kelapa sawit sebesar Rp694,93 miliar, meningkat dari Rp667,04 miliar. Sementara itu, penjualan inti kelapa sawit turut mengalami kenaikan menjadi Rp96,46 miliar dari Rp68,28 miliar. Di sisi lain, penjualan cangkang tercatat Rp1,32 miliar, turun dari Rp3,23 miliar.
Di tengah peningkatan pendapatan, PGUN juga berhasil menekan beban pokok penjualan menjadi Rp515,41 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp519,64 miliar pada 2024. Efisiensi ini mendorong laba bruto naik menjadi Rp277,3 miliar dari Rp218,91 miliar.
Baca Juga: Emiten Haji Isam (TEBE) Bukukan Laba Rp132,72 Miliar pada 2025
Kinerja operasional pun menunjukkan perbaikan, dengan laba usaha meningkat menjadi Rp224,41 miliar, dibandingkan Rp150,69 miliar pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset PGUN pada akhir 2025 tercatat Rp2,52 triliun, sedikit menurun dari Rp2,63 triliun pada 2024. Namun demikian, struktur keuangan terlihat lebih sehat dengan liabilitas yang turun menjadi Rp602,11 miliar dari Rp846,24 miliar, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp1,91 triliun dari Rp1,79 triliun.
Secara keseluruhan, kinerja PGUN di 2025 mencerminkan kombinasi antara pertumbuhan penjualan dan disiplin pengelolaan biaya, yang berujung pada lonjakan profitabilitas secara signifikan.




