Cerita Warga Jakarta Ikut Mudik Gratis: Hemat Biaya, Bisa Berangkat Sekeluarga

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Panas terik menyelimuti saat ratusan bus berbaris rapi menunggu waktu keberangkatan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (17/3).

Di antara 744 unit bus yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta untuk program mudik gratis tahun ini, puluhan ribu warga bersiap pulang ke kampung halaman.

Ada yang tampak menarik koper, memegang tas jinjing, menggendong buah hati, dan juga membawa cerita masing-masing tentang perjalanan pulang yang kini terasa lebih ringan.

Di bawah sinar matahari yang menyengat, Rida (46) berdiri menunggu gilirannya untuk masuk ke dalam bus. Ia bersama suami dan dua anaknya akan pulang ke Jombang, Jawa Timur.

“Ya, biar seru aja (ikut mudik gratis), pertama itu. Terus kedua, ya irit biaya juga sih,” kata Rida saat ditemui kumparan.

Bagi Rida, ini kali pertamanya mencoba program mudik gratis dari Pemprov DKI Jakarta, setelah mengetahui informasinya dari media sosial.

“Dari Instagram. Pada saat itu, pendaftaran dibuka, gitu aja,” tuturnya.

Ia mengaku biasanya harus merogoh kocek cukup dalam jika pulang menggunakan transportasi pribadi.

“Lumayan ya. Biasanya satu orang bisa Rp 600 (ribu) lebih,” kata Rida.

Kini, beban biayanya pun berkurang. Ia bahkan berencana ikut program arus balik yang juga disediakan pemerintah.

Cerita serupa datang dari Sulastri (52), pemudik tujuan Sragen, Jawa Tengah. Ia biasanya pulang kampung dengan mobil pribadi bersama keluarga. Namun tahun ini memilih ikut mudik gratis.

“Iya, bensinnya, e-toll-nya, nggak sebanding,” kata Sulastri.

Ia menghitung, biaya tol saja bisa mencapai ratusan ribu rupiah sekali jalan.

“Tol-nya aja 6 setengah (650 ribu),” ungkapnya.

Jika pulang-pergi, biaya yang dikeluarkan bisa tembus lebih dari satu juta rupiah.

Dengan ikut program ini, Sulastri bisa menghemat biaya sekaligus mengurangi kelelahan selama perjalanan.

Sementara itu, bagi Wawan (43), mudik tahun ini terasa berbeda. Warga Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara itu akhirnya bisa pulang kampung ke Tegal bersama keluarganya dengan lebih nyaman.

“Ya Alhamdulillah bersyukur, lebih hemat biaya, terus lebih nggak capek gitu kan,” ujar Wawan.

Sebelumnya, ia harus menempuh perjalanan dengan cara terpisah. Dirinya menggunakan sepeda motor, sementara istrinya naik bus.

“Biasanya bayar sendiri. Kalau nggak saya naik motor, istri naik bus, itu bayar,” kata Wawan.

Kini, mereka bisa berangkat bersama dalam satu bus. Bagi Wawan, momen mudik bukan sekadar perjalanan, melainkan kesempatan untuk kembali menemui orang tua, saudara, dan kenangan masa kecil.

Ia juga sudah membayangkan suasana kampung halaman, termasuk makanan khas Tegal yang selalu dinanti saat Lebaran.

“Ya untuk yang dirindukan ya sangat banyak ya. Satu, terutama orang tua ya, yang masih ada tinggal ibu doang, walaupun tinggal ibu. Terus saudara-saudara sekampung ya, teman-teman kecil gitu kan,” ujar Wawan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Uji Kekuatan Lawan Tim Super League: PSIS Semarang Ingin Tantang PSM Makassar Gelar Laga Uji Coba
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Hibah Kapal Induk Garibaldi ke RI, Buntu di Parlemen: Pemungutan Suara Ditunda,
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Lewat Kerja Sama DMI, Pengurus Masjid di Maluku Utara Kini Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Trafik Penerbangan Diproyeksi Naik 4,5% di Lebaran 2026, AirNav Waspadai Balon Udara Liar
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Kemendikdasmen bagikan ribuan buku bacaan anak di Cilegon-Serang
• 11 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.