PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) mencetak kinerja positif pada 2025 setelah rugi pada tahun sebelumnya.
IDXChannel - PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) mencetak kinerja positif pada 2025 setelah rugi pada tahun sebelumnya. Perbaikan kinerja ini ditopang oleh penjualan yang meningkat serta pengendalian biaya.
Penjualan Mandom tumbuh 15,4 persen menjadi Rp2,15 triliun. Pertumbuhan dua digit tersebut didorong oleh penjualan domestik yang melesat 31 persen menjadi Rp1,44 triliun, sedangkan ekspor terkontraksi 6,4 persen menjadi Rp711,3 miliar.
Dari sisi segmen, penjualan untuk kategori perawatan kulit dan makeup tumbuh 29,3 persen, diikuti kategori wangi-wangian 12,8 persen dan perawatan rambut tumbuh 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Produk perawatan rambut selama ini menjadi penopang utama penjualan Mandom dengan nilai Rp830 miliar. Sementara produk perawatan kulit dan makeup mulai mendekati dengan nilai Rp781 miliar. Pertumbuhan di seluruh lini tersebut mencerminkan kekuatan portofolio produk Mandom di berbagai segmen pasar.
Kendati demikian, Mandom terus memperkuat segmen perawatan rambut lewat inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen. Lini GATSBY tetap menjadi market leader dengan GATSBY Fiber dan GATSBY Powder Clat menjadi andalan Mandom.
Sementara itu, profitabilitas Mandom membaik, tercermin dari rasio beban pokok penjualan terhadap total penjualan dari 87 persen di 2024 menjadi 74,3 persen pada 2025. Alhasil, laba kotor tumbuh dari Rp242 miliar menjadi Rp552 miliar.
Perseroan berhasil membukukan laba bersih Rp15,3 miliar, berbalik dari rugi bersih yang dialami pada tahun sebelumnya sebesar Rp125 miliar.
Pada 2026, perseroan optimistis memandang prospek usaha, didukung oleh proyeksi ekonomi dan konsumsi yang lebih resilien. Industri komestik Industri kosmetik dan perawatan kulit diperkirakan melanjutkan momentum pertumbuhan, didorong oleh dominasi populasi muda dan preferensi terhadap produk yang lebih personal dan terdigitalisasi.
Mandom akan mengoptimalkan momentum pada kategori utama, memperkuat pengelolaan distribusi domestik dan internasional secara selektif, serta meningkatkan pemanfaatan teknologi untuk mendorong efisiensi dan produktivitas. Fokus diarahkan pada inovasi produk yang relevan dan penguatan engagement konsumen guna mendukung pertumbuhan yang sehat dan berdaya saing jangka panjang.
(Rahmat Fiansyah)





