Adira Finance (ADMF) Salurkan Pembiayaan Baru Hingga Rp8 Triliun per Februari 2026

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) atau Adira Finance mencatat penyaluran pembiayaan baru per Februari 2026 mencapai sebesar Rp8 triliun.

Chief Financial Officer (CFO) Adira Finance Sylvanus Gani mengungkapkan bahwa segmen otomotif masih menjadi kontributor utama sekitar 70% dari total pembiayaan baru. Meski begitu, pihaknya terus mendorong diversifikasi portofolio pembiayaan.

“Khususnya pada segmen pembiayaan multiguna, sehingga pertumbuhan bisnis tidak hanya bergantung pada segmen otomotif saja,” katanya kepada Bisnis, Senin (16/3/2026).

Adira Finance, imbuhnya, memperkirakan pembiayaan multiguna akan meningkat pada kuartal I/2026. Hal ini sejalan dengan momen Ramadan dan Lebaran yang membuat masyarakat membutuhkan dana tunai untuk berbagai kebutuhan seperti persiapan Hari Raya maupun perjalanan mudik.

Lebih lanjut, Gani menyebut bahwa dalam menentukan proyeksi dan strategi bisnis tahun ini, perusahaan memperhatikan berbagai dinamika eksternal yang berpotensi memengaruhi industri pembiayaan seperti kondisi geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada pergerakan suku bunga dan inflasi.

“Oleh karena itu, perusahaan akan terus memantau perkembangan kondisi pasar dan menyesuaikan strategi bisnis secara adaptif agar tetap dapat menjaga pertumbuhan yang sehat,” tuturnya.

Lebih jauh, dia mengungkapkan bahwa rasio Non-Performing Financing (NPF) Adira Finance tercatat stabil di kisaran 2% dan bahkan masih berada di bawah rata-rata industri pembiayaan.

Ke depan, imbuhnya, perusahaan akan terus berupaya untuk menjaga rasio NPF dengan menerapkan prinsip manajemen risiko dengan hati-hati. Perusahaan juga memberikan pembiayaan yang tersegmentasi sesuai dengan risk appetite perusahaan.

“Dan memastikan kegiatan collection dilakukan secara efektif untuk mengurangi potensi kredit macet, serta menambah kapasitas [jumlah karyawan] di titik tertentu yang membutuhkan untuk memastikan operasional tetap optimal dan risiko kredit dapat diminimalkan,” ujarnya.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan baru oleh industri multifinance pada Januari 2026 sebesar Rp78,16 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman menuturkan bahwa nilai itu didominasi oleh pembiayaan multiguna.

“Pada Januari 2026, penyaluran pembiayaan baru industri multifinance tercatat Rp78,16 triliun, didominasi multiguna dengan porsi 47,47%,” katanya dalam lembar jawaban RDK OJK Februari 2026, dikutip pada Senin (16/3/2026).

Agusman memerincikan bahwa secara nominal pembiayaan multiguna mencapai Rp37,10 triliun, pembiayaan investasi sebesar Rp18,72 triliun, dan pembiayaan modal kerja senilai Rp17,04 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri PU: Jalur Mudik Padang Bukittinggi Siap, Lembah Anai Dibuka 24 Jam
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Mudik Lebaran, Ini Jalur Sumatra yang Harus Dihindari
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Jelang Lebaran, Pelabuhan Merak Kelas Eksekutif Terpantau Masih Sepi Pemudik
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Psikolog UI: Melarang Anak Main Gadget Tanpa Alternatif Bisa Ganggu Emosi
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah Siapkan Strategi Penghematan Energi di Sektor Publik Mulai April 2026
• 8 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.