Strategi BI Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah dari Dampak Perang Timur Tengah

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

BI berjanji akan terus memperkuat berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang Timteng.

Strategi BI Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah dari Dampak Perang Timur Tengah. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) berjanji akan terus memperkuat berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang Timur Tengah.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, guna tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi baik di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) luar negeri (off-shore) maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar dalam negeri.

Baca Juga:
Fundamental Ekonomi Kuat, Purbaya: Rupiah Harusnya Tak Melemah

"Selain itu, Bank Indonesia juga mengoptimalkan seluruh instrumen moneter untuk meningkatkan aliran masuk modal asing guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," ujarnya dalam konferensi pers RDG BI Maret 2026, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Ke depan, kata Perry, berbagai upaya untuk memperkuat kinerja neraca pembayaran diharapkan dapat mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga:
Rupiah Masih di Jalur Pelemahan, Ditutup di Rp16.997 per Dolar AS

Perry juga menyampaikan, BI meyakini nilai tukar Rupiah akan stabil, didukung oleh komitmen bank sentral, imbal hasil yang menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.

Baca Juga:
Tertekan Sentimen Timur Tengah, Rupiah Melemah Tembus Rp17 Ribu per Dolar AS

Untuk diketahui, nilai tukar rupiah pada 16 Maret 2026 tercatat sebesar Rp16.985 per USD, melemah 1,29 persen (ptp) dibandingkan dengan level akhir Februari 2026 sejalan dengan pelemahan mata uang negara non-USD.

"Memburuknya kondisi global akibat perang Timur Tengah berdampak pada pelemahan nilai tukar dan keluarnya arus modal dari negara-negara emerging markets, termasuk Indonesia," ujar Perry.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Minyak Jatuh 5 Persen saat Kapal Mulai Melintas Selat Hormuz
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Zodiak yang Terlahir Paling Hoki
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
12 Titik Mercedes-Benz Bus Lebaran Rescue Jelang Mudik 2026, Ditangani Mekanik Bersertifikasi
• 6 jam laludisway.id
thumb
Jadwal Imsak Surabaya Hari Ini 17 Maret 2026, Lengkap Panduan Puasa Ramadan
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
LBH Medan Dorong Polri Usut Kasus Air Keras Aktivis KontraS
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.