Harga Minyak Jatuh 5 Persen saat Kapal Mulai Melintas Selat Hormuz

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak anjlok sekitar 5 persen pada Senin (16/3/2026) setelah beberapa kapal berhasil melintasi Selat Hormuz yang strategis.

Harga Minyak Jatuh 5 Persen saat Kapal Mulai Melintas Selat Hormuz. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak anjlok sekitar 5 persen pada Senin (16/3/2026) setelah beberapa kapal berhasil melintasi Selat Hormuz yang strategis, meskipun sekutu Amerika Serikat (AS) menolak seruan Presiden Donald Trump untuk membantu membuka kembali jalur tersebut.

Di saat yang sama, kepala International Energy Agency (IEA) mengisyaratkan kemungkinan pelepasan cadangan minyak tambahan guna meredam lonjakan harga akibat perang dengan Iran.

Baca Juga:
Beda Nasib BRMS-AMMN dan EMAS, ARCI, PSAB di Indeks Emas Global

Kontrak berjangka (futures) Brent crude turun 2,8 persen menjadi ditutup di USD100,21 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat merosot 5,3 persen menjadi USD93,50 per barel.

Analis mengatakan penurunan harga minyak AS lebih tajam dibanding Brent karena beberapa faktor, termasuk produksi minyak mentah AS yang mendekati rekor dan didukung impor dari Venezuela, serta rencana pelepasan minyak dari Cadangan Minyak Strategis AS.

Baca Juga:
Minta Restu Go Private, Indonet (EDGE) Gelar RUPSLB Usai Lebaran

Selain itu, sebagian pelaku pasar juga menjual kontrak WTI bulan depan sebelum kedaluwarsa di New York Mercantile Exchange pada 20 Maret.

Pada Jumat lalu, Brent ditutup di level tertinggi sejak Agustus 2022, sementara WTI mencapai level tertinggi sejak Juli 2022.

Baca Juga:
Vale (INCO) Bukukan Laba Bersih USD76,1 Juta, Meningkat 32 Persen

Kenaikan tersebut membuat kedua acuan harga minyak itu melonjak hampir 40 persen sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari.

Trump kembali menyerukan agar negara-negara lain membantu membuka kembali Selat Hormuz dan mengeluhkan minimnya antusiasme negara lain untuk memberikan bantuan.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan pada Senin, seperti dikutip Reuters, menteri luar negeri Uni Eropa disebut saat ini tidak memiliki keinginan untuk memperluas misi angkatan laut Uni Eropa di Timur Tengah hingga ke Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran penting yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Iran telah mengizinkan beberapa kapal India melintasi Selat Hormuz.

Namun, Teheran juga meminta India membebaskan tiga kapal tanker yang disita pada Februari sebagai bagian dari pembicaraan untuk memastikan perjalanan aman bagi kapal berbendera India atau yang menuju India melalui selat tersebut, kata tiga sumber kepada Reuters.

“Kompleks pasar minyak sedang mengalami aksi jual setelah muncul laporan bahwa beberapa kapal tanker mulai melintasi Selat Hormuz dan ketika Trump meminta bantuan untuk mengawal kapal tanker melalui selat tersebut,” kata analis di perusahaan konsultan energi Ritterbusch and Associates dalam sebuah catatan.

Sebelumnya pada Senin, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan AS tidak masalah untuk sementara waktu jika beberapa kapal Iran, India, dan China melintasi Selat Hormuz. Ia menambahkan langkah untuk meredam kenaikan harga energi akan bergantung pada seberapa lama perang berlangsung.

Pemerintah di seluruh dunia berupaya melindungi konsumen dari lonjakan biaya energi, karena gangguan pasokan minyak dan gas global akibat perang mulai merembet ke berbagai perekonomian.

Negara-negara anggota International Energy Agency dapat melepas lebih banyak minyak dari cadangan strategis “jika dan ketika diperlukan”, setelah mereka sepakat melakukan pelepasan terbesar sepanjang sejarah sebesar 400 juta barel pada pekan lalu, kata Direktur Eksekutif Fatih Birol pada Senin.

Israel mengatakan telah menyiapkan rencana perang setidaknya untuk tiga pekan ke depan setelah militernya kembali menggempur sejumlah lokasi di Iran semalam.

Menteri Energi AS Chris Wright pada Minggu mengatakan ia memperkirakan perang berakhir “dalam beberapa pekan ke depan”, dengan pasokan minyak pulih dan biaya energi menurun setelahnya.

Pada akhir pekan, Trump juga mengancam akan melancarkan serangan tambahan terhadap Pulau Kharg di Iran, yang menangani sekitar 90 persen ekspor minyak negara itu, setelah sebelumnya menargetkan fasilitas militer di sana dan memicu balasan dari Teheran.

Trump juga mengatakan AS sedang menjalin kontak dengan Iran.

Perusahaan minyak negara Abu Dhabi Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) menghentikan operasi pemuatan minyak mentah di Uni Emirat Arab setelah serangan drone memicu kebakaran di terminal ekspor utama, kata sumber yang mengetahui situasi tersebut kepada Reuters.

Namun dua sumber lain mengatakan sebagian aktivitas pemuatan di Fujairah telah kembali berjalan. Dua dari tiga fasilitas single-point mooring, tempat kapal tanker terhubung untuk memuat minyak, sudah kembali beroperasi. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel Perpanjang Larangan Belajar Tatap Muka gegara Perang dengan Iran
• 10 jam laludetik.com
thumb
Menkes Minta RS Atur Piket Nakes agar Layanan Darurat Tetap Jalan Saat Libur Lebaran
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Bank bjb Catat Kinerja Solid di 2025, Aset Tembus Rp 221,4 Triliun
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
BGN Tutup Dapur SPPG di Ponorogo Usai Dugaan Intimidasi dan Penyimpangan Anggaran MBG
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Muhaimin Dorong BPJS Ketenagakerjaan Maksimalkan Pengelolaan Dana Jaminan Sosial
• 56 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.