Bahlil Sebut RI Dapat Angin Segar dari Iran soal Kebijakan Buka-Tutup Selat Hormuz

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bahlil Lahadalia menyebut perkembangan ini sebagai 'angin segar'. Sebab, Iran membuka kembali jalur komunikasi bagi kapal-kapal sebelum melewati selat.

Bahlil Sebut RI Dapat Angin Segar dari Iran soal Kebijakan Buka-Tutup Selat Hormuz. (Foto Iqbal Dwi/IMG)

IDXChannel - Di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah, kebijakan buka-tutup Selat Hormuz menjadi sinyal positif bagi ketahanan energi Indonesia. Jalur vital yang selama ini menjadi urat nadi distribusi minyak dunia itu kini mulai memberi ruang bagi kapal-kapal dari negara non-konflik untuk tetap melintas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut perkembangan ini sebagai 'angin segar'. Sebab, Iran membuka kembali jalur komunikasi bagi kapal-kapal selain milik Israel dan Iran untuk berdialog sebelum melewati selat. 

Baca Juga:
Negara Eropa Kompak Tolak Gabung Koalisi Trump untuk Kawal Kapal di Selat Hormuz

"Sekalipun dalam kondisi geopolitik yang sampai sekarang belum ada tanda-tanda konflik di Timur Tengah itu selesai. Tapi kita sedikit mendapat angin segar dengan Selat Hormuz itu sudah mulai ada kebijakan tutup buka," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Bahlil mengatakan, dari sudut pandang Indonesia, kelonggaran akses di Selat Hormuz memiliki arti strategis. Sebagai negara net importir minyak, kelancaran jalur ini sangat berpengaruh terhadap stabilitas pasokan BBM dan biaya impor energi nasional.

Baca Juga:
Harga Batu Bara di Atas USD130, Pasar Soroti Kebijakan Indonesia dan Risiko Selat Hormuz

"Artinya bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang untuk terjadi komunikasi," kata dia. 

Baca Juga:
Trump Kecewa Sekutu AS Ogah Gabung Misi di Selat Hormuz

Dengan mulai normalnya pergerakan kapal di kawasan tersebut, risiko gangguan pasokan dan lonjakan harga energi dapat sedikit diredam. Hal ini turut membantu pemerintah menjaga stok energi domestik tetap aman menjelang periode konsumsi tinggi seperti Lebaran.

Meski demikian, pemerintah tetap bersikap waspada. Dinamika geopolitik yang belum sepenuhnya reda membuat kebijakan buka-tutup Selat Hormuz masih berpotensi berubah sewaktu-waktu. Karena itu, koordinasi dengan pelaku industri energi, termasuk Pertamina, terus diperkuat.

Ke depan, momentum ini juga menjadi pengingat pentingnya diversifikasi sumber energi dan efisiensi konsumsi dalam negeri agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak eksternal. Dengan kata lain, meski belum sepenuhnya aman, celah akses di Selat Hormuz memberi ruang napas bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas energi di tengah tekanan global.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming Man City vs Real Madrid Besok Dini Hari Ini
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Kemenkeu Bongkar Modus Under Invoicing, Purbaya: Saya Tes 10 Perusahaan, Semuanya Under Invoicing
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Dipanggil KPK, Eks Stafsus Yaqut Bakal Diperiksa sebagai Tersangka
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Gerakan Ramadan Global ParagonCorp Jangkau Muslim di 8 Negara
• 14 jam laludetik.com
thumb
Libur Lebaran 2026, Kemenpar melalui Poltekpar Makassar Monitoring Destinasi Wisata di Sulsel
• 7 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.